Movies

Rekomendasi Film Tom Holland, Aktor Muda Bertalenta

Rekomendasi Film Tom Holland, Aktor Muda Bertalenta

Akurasi.id – Film Tom Holland? siapa yang tidak kenal dengan selebriti muda dunia Tom Holland. Parasnya yang tampan dan aktingnya yang memukau selalu mencuri perhatian para penonton. Setelah sukses membintangi peran sebagai superhero Spider-Man di Marvel, namanya kian bersinar. Banyak tawaran film berbagai genre yang dia dapatkan.

Tom Holland kembali ramai dibicarakan membintangi film-film terbaru Marvel Studio dan Sony Pictures. Selain Spider-Man, berikut rekomendasi film yang dibintangi Tom Holland dilangsir brilio.net, Jumat (26/11/2021).

Cherry

Cherry merupakan film yang diangkat dari buku autobiografi karya Nico Walker. Kisahnya tentang seorang pria muda yang hidupnya dipenuhi oleh berbagai pilihan dilematis dalam hidupnya, berawal sejak ia berjumpa dengan gadis yang ia anggap sebagai belahan jiwanya, Emily (Ciara Bravo).

The Current War

The Current War adalah sebuah film drama sejarah Amerika Serikat tahun 2017 yang disutradarai oleh Alfonso Gomez-Rejon dan ditulis oleh Michael Mitnick. Film ini mempertemukan Tom Holland dengan Benedict Cumberbatch sebagai Samuel Insull dan Thomas Alva Edison.

Captain America: Civil War

Captain America: Civil War merupakan sebuah film pahlawan super Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2016. Ini adalah film ketiga belas di Marvel Cinematic Universe. Meskipun hanya berperan sebagai pendukung, namun Tom Holland disini memberi warna baru. Peran Tom Holland sebagai Spider-Man muncul perdana lewat film Captain America: Civil War .

Spider-Man: Homecoming

Sementara film solo pertama Tom Holland di MCU dirilis pada tahun 2017 dengan judul Spider-Man: Homecoming, bercerita mengenai Peter Parker berusaha menyeimbangkan dua kehidupannya yang sangat bertolak belakang, menghentikan aksi penjualan senjata Chitauri oleh Adrian Toomes dan menjalani hari-hari selayaknya murid SMA.

The Impossible

Tom Holland berhasil memenangkan Empire Award untuk Best Male Newcomer berkat perannya sebagai Lucas Bennett di film The Impossible. Film ini menceritakan dari kisah tentang satu keluarga yang selamat dari terjangan tsunami tahun 2004. Maria, Henry dan tiga putranya mengisi liburan awal musim dingin mereka di Thailand, menikmati surga di negara tropis. Namun pada tanggal 26 Desember, saat mereka sedang bersantai di sekitar kolam renang setelah perayaan Natal pada malam sebelumnya, sebuah deru mengerikan terdengar dari pusat bumi. Maria membeku dalam ketakutan, ombak besar menerjang tepat ke arahnya.

The Devil All the Time

Film ini adalah hasil adaptasi novel Donald Ray Pollock. Film ini juga bergenre thriller yang kisahnya berfokus pada seorang bocah laki-laki bernama Arvin Russell (Tom Holland), dan berlatar belakang Perang Dunia II dan Perang Vietnam. Awalnya dia adalah anak laki-laki yang rajin beribadah, taat agama. Akan tetapi perangainya mulai berubah.

Spider-Man: No Way Home

Film yang akan datang adalah Spider-Man: No Way Home, film ini begitu ditunggu-tunggu oleh para pecinta superhero Marvel. Teaser film ini sempat bocor, kemudian ditarik kembali oleh Sony. Dan film ini akan tayang serentak pada 17 Desember 2021. (*)

Editor: Rezki Jaya
Sumber: Brilio.net

Rekomendasi Film Action Netflix, Mengisi Waktu Santai Anda di Rumah

Rekomendasi Film Action Netflix, Mengisi Waktu Santai Anda di Rumah

Akurasi.id – Film Netflix sekarang ini sudah menjadi wadah untuk menonton film-film keren, karena film-film yang berasal dari Netflix memang bisa dibilang film-film berkualitas yang harus ditonton oleh movie mania.

Makin banyak aplikasi nonton streaming bermunculan, salah satu yang terbaik adalah Netflix ini. dengan begitu, banyak orang yang percaya dan mencari referensi film yang diberikan oleh Netflix.

Film action merupakan salah satu genre film favorit banyak orang, karena selain memunculkan pemain-pemain yang keren, juga memperlihatkan banyak adegan seru dan menegangkan.

Beberapa jenis film action misalnya saja film perang, film kungfu ataupun superhero. Aktor-aktor yang biasa memainkan film action juga beragam, dan seperti pada Netflix juga banyak film action yang menampilkan film superhero dengan aktor yang tampan dan gagah.

Sebut saja Tom Cruise, Jason Statham, Jackie Chan ataupun aktor laga senior seperti Sylvester Stallone dan Arnold Schwarzenegger yang sering terdengar bermain dalam film action atau film laga.

Film action pun tidak melulu harus tentang perang atau perkelahian, tapi aksi melawan kejahatan pun masuk dalam kategori film action. Dari beberapa film action yang pernah beredar atau akan beredar, banyak judul film yang memang wajib ditonton.

Oleh karena itu, jangan sampai Anda mengaku penggemar film kalau tidak pernah menonton film action.

Bicara mengenai film Netflix, banyak sekali rekomendasi terbaik sebagai film terbaik genre action. Semua film action yang keren dan berkualitas, pasti bisa Anda cari di Netflix.

Berikut ini ada beberapa rekomendasi terbaik film Netflix yang pernah ada termasuk film action terbaru di tahun ini. Dilangsir dari finansialku.com, Jumat (26/11/2021).

The Old Guard (2020)

Melihat awal cerita film ini, pasti Anda akan terus ketagihan menonton film Netflix ini. Karena, film dengan genre action bercampur fantasi ini cukup menarik dalam hal tema cerita.

Di mana beberapa orang terpilih menjadi prajurit bayaran dan sudah hidup ribuan tahun karena memiliki kekuatan tidak bisa mati atau abadi.

Melakukan banyak misi, hingga pada suatu saat misi hampir saja gagal karena ada kesalahpahaman.

Enola Holmes (2020)

Mendengar judulnya, pasti Anda akan teringat dengan salah satu tokoh bernama Sherlock Holmes. Karena, memang film berjudul Enola Holmes ini menceritakan kisah seorang adik dari detektif terkenal Sherlock Holmes tersebut.

Extraction (2020)

Film Extraction yang juga menjadi film Netflix pilihan, bisa menjadi daftar panjang tontonan Anda di tahun ini. Film yang dibintangi aktor tampan Chris Hemsworth, akan membuat Anda tercengang dengan aksi laganya.

Si tampan yang juga pernah memainkan film Thor ini, berperan sebagai tentara bayaran yang mempunyai misi menyelamatkan seorang anak dari gembong narkoba yang berasal dari India.

The Lovebirds (2020)

Pada awalnya film ini mengisahkan tentang percintaan, hingga menjadi cerita pembunuhan. Di situlah film Netflix yang berjudul The Lovebirds ini mengeluarkan sesi laganya, sebagai film bergenre action.

The Night Comes For Us (2019)

Siapa sangka salah satu rekomendasi film action Netflix berasal dari Indonesia. Sekarang ini perfilman Indonesia memang sudah menuju internasional, lho.

Beberapa pemain action Indonesia yang juga sudah mulai masuk kancah internasional sudah kita kenal, seperti Iko Uwais, Joe Taslim yang kali ini berperan dalam film The Night Come For Us.

Dalam film ini, beberapa pemain wanita hebat pun ikut menyukseskan ceritanya seperti Dian Sastrowardoyo dan Julie Estelle.

Triple Frontier (2019)

Film yang diperankan oleh Ben Affleck sebagai bintang utama menjadi salah satu rekomendasi film Netflix terbaik. Berjudul Triple Frontier, dengan cerita yang hampir mirip dengan film action Expendables.

Bad Boys For Life (2020)

Film action tidak melulu harus serius dan tegang, ada kalanya film genre ini juga dibumbui dengan aroma komedi dan bahkan menjadi konsep utama dalam film action tersebut.

Film Bad Boys For Life yang dibintangi aktor laga komedi seperti Will Smith, membuat film action ini semakin segar.

Spenser Confidential (2020)

Film Netflix yang selanjutnya ini juga membuktikan bahwa banyak film action yang sangat asyik dan menyenangkan untuk ditonton karena banyak kelucuan yang terdapat di dalamnya.

The Last Day of American Crime (2020)

Film dengan judul The Last Day of American Crime merupakan film action dengan bumbu kriminal, yang memiliki latar tempat Amerika.

Film yang mengambil cerita dari sebuah kisah novel ini dirilis pada bulan Juni tahun 2020 dengan tema cerita yang diangkat adalah aksi pencurian dua orang pria dan wanita.

The Last Thing He Wanted (2020)

Rekomendasi terakhir film Netflix berjudul The Last Thing He Wanted, dengan latar belakang cerita mengenai sejarah negara Amerika dan dunia politiknya.

Terbukti dari rekomendasi film action di atas menjelaskan bahwa banyak film action yang juga memiliki variasi tema cerita, latar belakang tempat dan bumbu pendamping cerita.

Tidak hanya lucu, bahkan juga romantis hingga tegang seperti tema politik. Yang terpenting, film-film tersebut merupakan rekomendasi terbaik dari film Netflix yang pernah ada untuk menghibur Anda di rumah. (*)

Editor: Rezki Jaya
Sumber: Finansialku.com

Review Film Army of Thieves: Lebih Bagus Dibanding Army of The Dead

Review Film Army of Thieves: Lebih Bagus Dibanding Army of The Dead

Akurasi.id – Zacky Snyder belum selesai dengan dunia Army of The Dead. Akhir Oktober lalu, dia merilis spin-off (sekaligus prekuel) dari Army of The Dead berjudul Army of Thieves di Netflix. Berbeda dengan film pendahulunya yang sarat akan zombie, Army of Thieves fokus pada petualangan Sebastian Schlencht-Wohnert aka Ludwig Dieter (Matthias Schweighofer) dan geng pencurinya. Zombie di Army of Thieves tak lebih dari sekedar background yang ditampilkan lewat pemberitaan TV di saat Ludwig cs sibuk melakukan pencurian terpenting dalam sejarah.

Kisah Army of Thieves bermula dari direkrutnya Ludwig oleh pencuri kelas kakap bernama Gwendoline Starr (Nathalie Emmanuel). Gwen ingin Ludwig membantunya membobol tiga dari empat brankas legendaris buatan blacksmith Hans Wagner bernama Rheingold, Valkyrie, Siegfried, dan Gotterdamerung. Keempatnya dibangun Hans berdasarkan kisah drama musical epic buatan Richard Wagner, Der Ring des Nibelungen (Cincin Nibelung).

Menyaksikan langsung Ludwig memenangkan kompetisi pembobolan brankas, bahkan dengan handicap waktu, Gwen menyakini Ludwig akan menjadi asset berharga untuk timnya. Apalagi, Ludwig sudah tahu soal keempat brankas Wagner. Sayang, Ludwig mendapat sambutan hostile dari anggota kru Gwen mulai dari Korina (Ruby O. Fee), Brad Cage (Stuart Martin), dan Rolph (Guz Khan). Tidak ada pilihan bagi Ludwig selain membuktikan bahwa dialah satu-satunya harapan mereka membobol ketiga brankas Wagner.

Bisa dilihat dari sinopsisnya, premis Army of Thieves sebagai heist movie memang relatif simple, tentang pembobolan brankas yang dirasa impossible. Namun, hal tersebut di satu sisi adalah blessing in disguise untuk film yang disutradarai pemeran Ludwig sendiri. Kesderhanaan itu membuat Army of Thieves terasa fun, enjoyable dan straightforward (tidak bertele-tele). Film Army of The Dead yang disutradarai oleh Zack Snyder adalah kebalikan dari Army of Thieves.

Salah satu hal yang tidak kami suka dari Army of The Dead adalah betapa pretensius-nya film tersebut. Zack Snyder mencoba world building kerajaan zombie lewat Army of The Dead, lengkap dengan strata, legal, dan hirarki yang jelas. Sayangnya, eksekusinya serba tanggung, membuat film Snyder tersebut terasa menjemukan. Hal itu diperburuk dengan development serta chemistry antar karakter yang serba datar, bahkan ketika Snyder mencoba memasukkan plot romance di tengah-tengahnya. Snyder seperti lupa apa yang fun dari film zombie.

Army of Thieves adalah kebalikannya. Film berdurasi kurang lebih dua jam tersebut tahu betul apa yang fun dari genre Heist mulai dari dinamika antara anggota kru hingga ‘kemustahilan’ dari pencurian yang dilakukan. Sutradara Matthias Schweighofer setia betul terhadap formula tersebut sehingga tiap pencurian yang dilakukan oleh Ludwig cs terasa fun, seru, terkadang juga jenaka.

Nilai minus dari setia pada formula tentu membuat Army of Thieves terasa tidak spesial-spesial amat apabila dibandingkan film-film lainnya. Pencurian serta intrik yang dihadirkan, walaupun enjoyable, mayoritas sudah pernah muncul dalam wujud serupa tak sama di film Heist lain. Kompleksitas dari pencurian yang dilakukan pun masih dalam proses yang tidak mustahil-mustahil amat, apalagi jika dibandingan dengan serial Heist sekelas Money Heist.

Mengacu pada hal-jal tersebut, mengkombinasikan pendekatan Zack Snyder di Army of The Dead dan Matthias Schweighofer di Army of Thieves mungkin solusi yang bisa diambil ke depannya. Jujur saja, ketika mendengar konsep Army of Thieves pertama kali beberapa bulan lalu, kami membayangkan aksi pencurian di dunia penuh zombie dengan pendekatan komedi ala Zombieland. Realitanya berkata berbeda, unsur zombie hanya background kecil dan Army of Thieves berakhir formulaic terlepas betapa enjoyable-nya film itu.

Salah satu hal yang kami suka dari Army of Thieves adalah visual dan sound effect saat Ludwig membobol tiap brankas Cincin Nibelung. Visualisasi mekanisme brankas yang sedang dibuka, dengan suara kunci kombinasi yang empuk di telinga, membuat tiap proses pencurian terasa seperti ASMR yang satisfying untuk didengar. Untuk hal itu, kami harus mengucapkan terima kasih padaHans Zimmer bersama Steve Mazzaro.

Hal lain yang menonjol dari film ini adalah karakter Ludwig. Matthias Schweighofer dengan apik menghadirkan sosok Ludwig yang lebih relatable, humane, dan jenaka dibandingkan versi yang ada di Army of The Dead. Di Army of Thieves, Ludwig baru saja memulai karir pencuriannya sehingga banyak momen jenaka di mana ia ketakutan membobol brankas-brankas Wagner. Sementara itu, di Army of The Dead, karakter Ludwig nyaris tidak memiliki role atau development yang berarti selain direkrut untuk membuka brankas dan tewas.

Akhir kata, Army of Thieves adalah film yang arguably lebih menghibur dan enak ditonton dibandingkan Army of The Dead. Sutradara Matthias Schweighofer mengkapitalisasi trope-trope film Heist dengan baik dan menjaga filmnya tetap fun, didukung dengan jajaran cast yang tampil apik sebagai tim yang disfungsional. Sayangnya, film yang sudah tayang di Netflix ini tidak menawarkan hal yang baru-baru banget di saat ada kesempatan untuk memanfaatkan pandemic zombie sebagai latar yang lebih integral dibandings sekedar menjadi cuplikan berita di layar kaca. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Kumparan.com

 

 

 

Daftar Film Kevin Hart untuk Menghibur Kamu

Daftar Film Kevin Hart untuk Menghibur Kamu

Akurasi.id – Kalau kamu suka film komedi, pastinya kamu tidak asing dengan Kevin Hart. Mengawali karir sebagai stand-up comedian, banyak yang mengira bahwa Hart akan mendapat jalan yang mudah menjadi aktor. Kenyataannya tidak, pria kelahiran Philadelphia tersebut baru mendapat peran utama setelah sebelumnya bermain cukup lama sebagai figuran dalam peran film Kevin Hart

Di Indonesia sendiri, sudah jadi hal biasa kalau stand-up comedian melebarkan sayap dengan bermain di film-film komedi. Bahkan nggak cuma main, ada juga yang terlibat sejak proses penulisan. Sekarang, kita akan berkenalan dengan salah satu stand-up comedian terbaik asal Amerika, Kevin Hart.

Berikut daftar film Kevin Hart untuk mengisi waktu kamu, dilangsir dari bacaterus.com, Kamis (25/11/2021).

Think Like A Man (2012)

Empat orang pria yang sudah bersahabat lama memasuki babak baru dalam kehidupan mereka. Semuanya sudah mempunyai pasangan. Kehidupan mereka pada awalnya baik-baik saja, sampai pasangan mereka menemukan banyak hal baru dalam sebuah buku berjudul Act Like A Lady, Think Like A Man.

Think Like A Man merupakan film yang mengadaptasi buku karya Steve Harvey yang juga berjudul Act Like A Lady, Think Like A Man. Kevin Hart berperan sebagai Cedric, seorang pria yang sudah bercerai dari pasangannya tapi tetap menjadi orang yang bahagia. Fim ini merupakan film pertama Hart menjadi peran utama.

Grudge Match (2013)

Henry Sharp dan Billy Kid McDonnen adalah dua orang petinju legendaris yang pernah menampilkan pertandingan paling ikonik. Di usia senja, nasib mereka nggak semujur dulu. Berselang 30 tahun setelah pertandingan ikonik mereka, Dante Slate Jr mencoba menghidupkan kembali kenangan masa lalu dengan mempertandingkan kedua petinju legendaris tersebut.

Masalahnya kedua petinju itu sudah memasuki usia senja. Apakah mungkin untuk mereka bertanding seperti dulu? Di film Grudge Match, Kevin Hart berperan sebagai Dante Slate Jr seorang promotor yang mencoba mengikuti jejak ayahnya. Kehadiran Hart membuat atmosfir yang seharusnya serius menjadi adegan yang mengundang tawa.

 The Wedding Ringer (2015)

Doug Harris berniat menikahi wanita yang dicintainya, Gretchen Palmer. Hampir semua detil bisa direncanakan dengan baik. Kekurangannya hanya satu, Doug nggak punya sahabat. Berbekal saran dari Edmundo, Doug menyewa Jimmy Callaham, penyedia jasa pendamping pria di pernikahan. Keduanya harus berusaha sebaik mungkin agar orang lain nggak tahu hubungan mereka sebenarnya.

Kevin Hart di film The Wedding Ringer berperan sebagai Jimmy Callahan. Bergenre komedi, film ini menyajikan cerita yang nggak rumit sebagaimana tujuannya untuk mengundang tawa para penontonnya. Belum lagi ada Josh Gad yang menjadi Doug Harris, dia memang sudah terbiasa bermain di film-film komedi.

Get Hard (2015)

James King adalah seorang pengusaha kaya yang mempunyai tunangan bernama Alissa. James mempunyai perusahaan yang dijalankan oleh ayah mertuanya, Martin Barlow. Sayangnya, James dikenai tuduhan pencucian uang dan dinyatakan bersalah dengan hukuman tujuh tahun mendekam di San Quentin yang dikenal mencekam.

Hakim memberinya waktu 30 hari untuk mempersiapkan diri dan dia memilih Damell Lewis untuk membuatnya menjadi orang yang berbeda. Peran Damell Lewis dimainkan oleh Kevin Hart. Dia adalah seorang ayah sekaligus suami yang ingin menyekolahkan anaknya di tempat yang bagus karena mereka berada di lingkungan yang buruk dengan banyak tindakan kriminal.

The Upside (2017)

Phillip Lacasse merupakan pengusaha kaya raya yang baru saja dinyatakan lumpuh akibat kecelakaan. Dia dibantu oleh sekretaris pribadinya, Yvonne untuk menyeleksi orang yang akan dijadikan perawat. Dell Scott, seorang narapidana menerobos masuk untuk diwawancara dan secara mengejutkan dipilih untuk menjadi perawat. Dell rela melakukan itu karena bayaran yang tinggi.

The Upside merupakan remake dari film asal Perancis berjudul The Intouchables. Mengambil cerita dari kisah nyata, film ini disederhanakan agar penontonnya nggak terlalu pusing untuk memahami jalan cerita. Kevin Hart berperan sebagai Dell Scott. Di antara banyak film, film ini menampilkan Hart yang serius tapi tetap bisa mengundang tawa di tengah drama yang menyentuh.

Night School (2018)

Teddy Walker merupakan seorang karyawan sebuah toko penjualan alat barbekyu. Dia sangat pintar membujuk pengunjung untuk membeli produk mereka. Merasa cukup mapan, dia membawa kekasihnya, Megalyn ke toko tempatnya bekerja untuk dilamar. Sayangnya, dia justru meledakkan toko dan harus mencari pekerjaan baru.

Setelah insiden itu, dia ikut kelas malam untuk mendapat ijasah SMA. Masalahnya yang ikut di kelas itu merupakan para berandalan. Kevin Hart berperan sebagai Teddy Walker. Dengan cerita ringan dan pemain-pemain yang terbilang ahli di bidangnya, kita bisa tertawa tanpa harus berpikir keras dulu.

35 & Ticking (2011)

Empat orang sahabat yang semuanya sudah berusia di atas 35 tahun memiliki berbagai masalah pribadi. Zenobia masih mencari pasangan untuk dijadikan suami. Victoria menikah dengan seorang pria tapi nggak mau punya anak. Cleavon merupakan pria pemalu yang kesulitan mendapatkan kekasih. Sementara Phil mempunyai istri tapi istrinya nggak mau menjadi ibu.

Masing-masing berusaha menyelesaikan permasalahan di usia yang nggak lagi muda. Berperan sebagai Cleavon yang pemalu, Hart berhasil bertransformasi ke dalam perannya dengan baik. Pastinya dilengkapi dengan berbagai kekonyolan dan tingkah lucunya. Selain itu, film ini juga berhasil menyampaikan pesan yang diinginkan tentang permasalahan memasuki usia paruh baya.

Central Intelligence (2016)

Calvin Joyner adalah seorang pria yang populer di masa sekolahnya. Memasuki usia dewasa dia bekerja sebagai akuntan yang tiba-tiba dihubungi oleh kawannya semasa sekolah Bob Wheirdicht. Berencana untuk sekadar reuni, Calvin justru diajak memasuki dunia petualangan yang berbahaya karena ternyata Bob adalah seorang agen intelijen.

Kevin Hart berperan sebagai Calvin Joyner di film Central Intelligence. Berduet dengan Dwayne Johnson, film ini bisa dengan mudah mengundang tawa. Selain itu, film ini mengandung pesan yang cukup penting tentang persahabatan dan perlawanan terhadap perundungan. Dilengkapi dengan bagaiamana hal tersebut mempengaruhi mental seseorang tapi dikemas secara kocak.

Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Empat orang siswa mendapat hukuman berupa membersihkan sebuah ruang bawah tanah yang akan dijadikan perpustakaan. Di ruang bawah tanah mereka menemukan sebuah permainan bernama Jumanji. Permainan itu kemudian membawa mereka ke dalam permainan yang berbahaya dan mengharuskan mereka untuk bertahan hidup-hidup agar bisa menyelesaikannya.

Di film Jumanji: Welcome to the Jungle, Kevin Hart berperan sebagai Dr. Franklin “Mouse” Finbar. Dia adalah salah satu karakter di dalam permainan Jumanji yang merupakan seorang ahli zoologi. Karena fisiknya yang lebih kecil daripada teman-temannya, dia menjadi yang paling lemah. Film yang sejatinya tentang petualangan ini menjadi terasa meriah tawa oleh tingkahnya.

Ride Along [2014]

Ben Barber merupakan seorang pria penggila gim yang berniat menikahi kekasihnya, Angela. Sayangnya, dia belum mendapat restu dari kakak Angela yaitu James Payton yang berprofesi sebagai detektif. Ben berhasil masuk akademi polisi.

Untuk mendapat restu dari kakak kekasihnya, dia rela berkendara dengan calon kakak iparnya seharian untuk mengungkap sebuah kasus penting. Ride Along menampilkan Kevin Hart sebagai Ben Barber dan Ice Cube sebagai James Payton.

Keduanya berhasil menggabungkan sepasang buddy cop yang karakternya bertolak belakang. Ben yang kekanak-kanakan sementara James yang serius dan sering marah-marah. Film ini sangat ringan untuk ditonton, apalagi dibumbui  dengan kekonyolan khas Kevin Hart.

Film-film di atas bisa jadi pilihan kalau kamu sedang ingin tertawa. Menonton film komedi yang menghibur selalu ampuh untuk memperbaiki suasana hati. Apalagi alur cerita yang biasanya ringan tetapi mendalam seringkali memberi kita banyak pelajaran. Mau nonton yang mana dulu, nih? (*)

Editor: Rezki Jaya
Sumber: Bacaterus.com

Rekomendasi Film Action Tom Cruise, untuk Mengisi Libur Anda

Rekomendasi Film Action Tom Cruise, untuk Mengisi Libur Anda

Akurasi.id – Rasanya sulit memisahkan film action Tom Cruise dengan Hollywood. Aktor ini berkarier di industri film sejak remaja. Belajar akting sejak remaja, penampilan Cruise dalam film perdananya berjudul Endless Love (1981) memikat hati para sutradara Hollywood film.

Melalui aktingnya dalam film Born of the Fourth of July, Cruise masuk dalam nominasi Best Actor in a Leading Role piala Oscar. Kariernya melejit setelah membintangi film action.

Berikut rekomendasi film action Tom Cruise yang masih bisa disaksikan di sejumlah layanan streaming, dilangsir dari cnnindonesia.com, Kamis (25/11/2021).

Top Gun (1986)

Film ikonik di pertengahan 1980-an ini disutradarai oleh Tony Scott dengan Jim Cash sebagai penulis naskah. Melansir Box Office Mojo, kala itu Top Gun sukses membukukan pendapatan lebih dari 353 juta dolar AS di seluruh dunia hanya dengan biaya produksi berkisar 15 juta dolar AS.

Dalam film ini Tom Cruise berperan sebagai Maverick, salah satu murid terbaik di Akademi Udara Top Gun. Maverick digambarkan sebagai sosok yang percaya diri dan kerap melanggar aturan penerbangan. Maverick mempunyai rival bernama Kazansky (Val Kilmer) yang juga mahir menerbangkan dan bermanuver pesawat tempur.

Di suatu sesi latihan terbang, Maverick dan rekannya Goose (Anthony Edwards) mengalami kecelakaan. Dalam insiden tersebut, Goose tewas. Peristiwa tersebut menyebabkan Maverick sangat terpukul. Perjuangan Maverick untuk bangkit kian terasa berat karena ia harus berjuang memenangkan hati sang mentor Charlotte Blackwood (Kelly McGillis).

34 tahun berselang, Tom Cruise memutuskan membuat sekuel kedua film ini dengan judul ‘Top gun: Maverick’. Trailer film telah dirilis pada 2019, dan sebelumnya dijadwalkan tayang tahun ini. Namun, akibat pandemi Covid-19 belum ada keterangan pasti kapan sekuel kedua ‘Top Gun: Maverick’ akan dirilis.

Mission: Impossible (1996)

Sekuel perdana dari Mission: Impossible rilis pertama kali tahun 1996. Film berkisah tentang seorang agen rahasia berbakat bernama Ethan Hunt (Tom Cruise) yang bekerja pada organisasi rahasia bernama Impossible Mission Force (IMF). IMF kerap mendapat misi berbahaya yang berhubungan dengan keamanan negara dan dunia. Kerahasiaan dalam menjalankan misi adalah mutlak.

Ethan Hunt menerima misi mengambil sebuah data di kedutaan besar Amerika di Praha. Misi sederhana ini kemudian menjadi bencana, setelah rekan Ethan Jim Phelps (Jon Voight) tewas dalam misi tersebut.

Tewasnya Jim menyebabkan Ethan menjadi tersangka utama pembunuhan. Untuk membersihkan namanya, Ethan menyewa seorang hacker bernama Luther Stickell (Ving Rhames) dan seorang agen lainnya bernama Krieger (Jean Reno).

Mission: Impossible disutradarai oleh Brian De palma, di mana Tom Cruise sendiri berperan sebagai produser bersama Paula Wagner. Hingga kini, MI telah hadir dalam 6 judul, terakhir Mission: Impossible – Fallout dirilis tahun 2018.

Minority Report (2002)

Film action bergenre Sci-fi ini dibuat berdasarkan novel fiksi karangan Philip K. Dick dengan judul yang sama. Film ini merupakan karya duet sutradara kondang Steven Spielberg dan produser Jerry Molen. Sebelumnya, Steven dan Jerry terlibat dalam film Schindler List.

Berlatar tahun 2054, di mana angka kejahatan di Amerika menyentuh titik tertinggi sepanjang masa. Dalam upaya menekan angka kejahatan dan kekerasan, Departemen Kepolisian Metropolitan Washington D.C, membentuk satuan tugas khusus yang bernama PreCrime.

Dengan bantuan teknologi bernama Pre-Cogs, PreCrime mampu menghentikan kejahatan bahkan sebelum kejahatan itu terjadi. Suatu hari, kepala unit PreCrime John Anderton (Tom Cruise) mendapatkan bukti kejahatan yang mengarah kepada dirinya.

Sistem Pre-Cogs menuduh John melakukan pembunuhan di masa depan terhadap seorang pria yang bahkan belum pernah ia temui. John yang bingung dan tidak percaya, akhirnya menerobos sistem keamanan Pre-Cogs dan ruang dokumentasi pelaku kejahatan.

Di film ini, Tom Cruise beradu akting dengan sejumlah nama seperti Colin Farrell, Samantha Morton, dan Max Von Sydow. Rotten Tomatoes memberikan film ini skor 90 persen dan penonton memberikan skor 80 persen. Sementara situs Imdb memberikan rating 7,6 dari 10.

The Last Samurai (2004)

Berlatar belakang Jepang tahun 1870, The Last Samurai berkisah tentang Kapten Nathan Algren (Tom Cruise), seorang perwira militer AS yang berpengalaman dalam perang saudara dan perang India.

Seorang pengusaha jepang bernama Omura (Masato Harada) menyewa jasa Algren untuk membantu pemerintah Meiji melakukan restorasi tantara. Kaisar Jepang (Shichinosuke Nakamura) ingin mengganti para samurai dengan seni perang modern.

Keinginan kaisar meiji melakukan restorasi mendapat perlawanan dari Katsumoto (Ken Watanabe) dengan menyerang kereta api yang membawa Algren dan tentaranya.

Pasukan tak terlatih Algren berhasil dikalahkan Katsumo, saat hampir kalah Algren bangkit dan melawan hingga berhasil membunuh Hirotaro, adik katsumoto. Katsumoto lalu membawa Algren ke desa terpencil sebagai tawanan.
The Last Samurai mempertemukan kembali Tom Cruise dan Paula Wagner sebagai produser. Sementara, film ini disutradarai oleh Edward Zwick. Rotten Tomatoes memberikan skor 66 persen, sementara penonton memberikan skor 83 persen. Dan Imdb memberikan skor 7,7 dari 10.

Collateral (2004)

Film berkisah tentang seorang supir taksi bernama Max (Jamie Foxx). Max telah bertahun-tahun bekerja sebagai seorang supir taksi, dan banyak bertemu dengan karakter orang yang berbeda-beda.

Suatu ketika, dirinya bertemu dengan Vincent (Tom Cruise). Max tak menaruh curiga saat Vincent memintanya mengunjungi beberapa tempat, sampai Max mengetahui apa yang dilakukan Vincent.

Vincent mengancam akan membunuh ibu Max, jika ia melaporkan apa yang Vincent kerjakan malam itu kepada polisi. Keadaan semakin rumit saat Vincent meminta Max membunuh seseorang. Max akhirnya memberontak saat tahu siapa target berikutnya.

Film produksi Paramount Pictures ini disutradarai oleh Michael Mann yang juga menyutradarai The Insider. Sementara skenario Collateral ditulis oleh Stuart Beattie. Situs Rotten Tomatoes memberikan skor 86 persen, sementara penonton 84 persen, sementara Imdb memberikan skor 7,5 dari 10. Film ini merupakan salah satu rekomendasi film action terbaik Tom Cruise.

War of the Worlds (2005)

Sukses dengan Minority Report, Tom Cruise kembali berduet dengan Steven Spielberg dalam film bergenre action sci-fi. Film ini merupakan adaptasi dari novel karangan H.G. Wells dengan judul yang sama.

Setelah bercerai dengan Mary Ann (Miranda Otto), Ray Ferrie (Tom Cruise) memutuskan hidup seorang diri dan bertahan hidup dengan kerja serabutan. Ray yang tak pandai mengurus anak, terpaksa menghabiskan sisa akhir pekan bersama anak-anaknya setelah mantan istrinya Mary dan pasangan barunya, menitipkan Robbie (Justin Chatwin) dan Rachel (Dakota Fanning).

Seminggu berlalu, hubungan ayah dan anak ini penuh dinamika. Hingga pada suatu ketika, terjadi fenomena alam yang aneh di daerah sekitar tempat tinggal Ray. Siang hari berubah seperti malam dengan angin topan disertai kilat menyambar jalanan kota hingga membuat retakan besar.

Orang-orang tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan berusaha melihat isi lubang akibat retakan. Tanpa sadar, tanah tempat mereka berdiri bergetar dan muncul sebuah makhluk raksasa berkaki tiga menyerupai tentakel yang mengerikan.

Ray yang bingung dan panik, berusaha kabur bersama kedua anaknya menggunakan mobil curian, namun sayang mobil mereka mogok dan terpaksa berjalan kaki. Misi bertahan hidup pun dimulai. Situs Rotten Tomatoes memberikan skor 75 persen dan penonton 42 persen. Dan situs Imdb memberikan rating 6,5 dari 10.

Valkyrie (2008)

Berlatang belakang Perang Dunia II, film ini kisahkan Kolonel Nazi bernama Claus von Stauffenberg (Tom Cruise) yang setia dan bangga menjadi tentara Jerman, khawatir Hitler akan membawa Jerman ke jurang kehancuran.
Kamp tempat Stauffenberg bertugas mendapat serangan sekutu yang menyebabkan Stauffenberg kehilangan salah satu mata, tangan kanan, dan dua jarinya.

Usai pindah ke Berlin, Stauffenberg menuangkan gagasan menyelamatkan Jerman dari jurang kehancuran. Secara hati-hati, Stauffenberg menyeleksi dan membentuk kelompok atas mereka yang mempunyai pemikiran serupa.
Stauffenberg kemudian menyusun rencana dan waktu yang tepat membunuh Hitler dan para jenderal dalam satu waktu. Rencana pengkhianatan yang dilakukan Stauffenberg dan kelompoknya berjalan mulus, namun satu hambatan kecil mengancam seluruh keberhasilan misi pembunuhan Hitler.

Valkyrie disutradarai oleh Bryan Singer, yang juga menyutradarai X-Men (2002) dan X2: X-Men United (2003). Sementara, naskah film ini ditulis oleh Christopher McQuarrie dan Nathan Alexander.
Rotten Tomatoes memberi skor 62 persen, dan penonton memberi skor 65 persen. Sedangkan situs Imdb memberi rating 7,1 dari 10.

Edge of Tomorrow (2014)

Film sci-fi action ini mempunyai plot yang sedikit berbeda dengan film lainnya, di mana tokoh utamanya mempunyai kemampuan memutar waktu. Sesuai dengan slogan film “Live Die Repeat”.

Film ini disutradarai oleh Doug Liman, yang juga menyutradarai trilogi Jason Bourne. Film bercerita tentang bumi yang diserang oleh alien yang disebut Mimic. Berbagai negara bersatu dengan membentuk United Defense Force (UDF) untuk mengalahkan mimic.

Rita Vrataski (Emily Blunt) adalah salah satu prajurit andalan yang melawan Mimic. Saat bertarung dengan salah satu spesies Mimic langka, Rita terkena darah Mimic langka tersebut dan mewarisi kemampuan bisa kembali hidup saat dirinya meninggal.

Namun kemampuan ini hilang saat dirinya menerima transfusi darah. Major William Cage (Tom Cruise) yang baru bergabung dengan UDF, langsung diterjunkan ke dalam pertempuran hidup mati.

Dalam pertempuran, Cage secara tak terduga mengalahkan salah satu Mimic spesies langka, dan mewarisi kemampuan yang sama dengan Rita.

Kemampuan ini memaksa Cage menjalani pertempuran brutal yang sama berulang kali, dan harus mati berulang kali. Setiap kali ia mati, semakin besar kesempatan mereka mengalahkan musuh.

Rotten Tomatoes memberi skor film ini 91 persen, dan penonton 90 persen. Sedangkan Imdb memberi rating 7,9 dari 10.

American Made (2017)

American Made merupakan film bergenre action drama yang diangkat dari kisah nyata. Lewat film ini, Tom Cruise seakan ingin berkata, bahwa ia masih layak bermain dalam ragam segmen film.

Film berkisah tentang seorang pilot komersial bernama Barry Seal (Tom Cruise) yang bekerja untuk maskapai Trans World Airlines. Barry menikah dengan Lucy (Sarah Wright) dan memiliki dua orang anak.

Suatu hari Barry mendapatkan tawaran pekerjaan sampingan dari seseorang bernama Monty Schafer (Domhnall Gleeson). Pekerjaan sampingan ini cukup menghasilkan banyak uang.

Dengan kemahiran menerbangkan pesawat, Barry diminta CIA melakukan pengintaian udara. Schafer yang terkesan dengan kinerja Barry menawarkannya menjadi perantara CIA dan Jenderal Manuel Noriega di Panama.
Dalam misinya, Barry kemudian bertemu dengan kartel Medellin, kartel narkoba nomor satu di Kolombia. Pertemuannya dengan Pablo Escobar (Mauricio Mejia) total mengubah hidup Barry.

Di film ini Tom Cruise kembali berduet dengan Sutradara Doug Liman, sementara naskah film dipercayakan kemana Gary Spinelli. Situs Imdb memberikan rating 7,2 dari 10. Sementara, Rotten Tomatoes memberikan skor 86 persen dan penonton 78 persen.

Itulah rekomendasi film action Tom Cruise yang bisa disaksikan mengisi waktu luang Anda di rumah. Beberapa film di atas dapat disaksikan di layanan streaming film. (*)

Editor: Rezki Jaya
Sumber: Cnnindonesia.com

Daftar Film Dwayne Johnshin “The Rock”, Penuh Aksi

Daftar Film Dwayne Johnson “The Rock”, Penuh Aksi

Akurasi.id –Dwayne Johnson atau yang juga dikenal dengan nama panggung ‘The Rock’ merupakan aktor sekaligus mantan pegulat profesional asal Amerika. Banyaknya film populer yang ia bintangi, menjadikan Dwayne Johnson sebagai salah satu aktor dengan bayaran tertinggi di dunia.

Usai membintangi The Scorpion King pada awal 2000-an, namanya terus melambung dan membintangi sejumlah film bergenre action. Berikut daftar film action yang dibintangi Dwayne Johnson ‘The Rock’, dilangsir dari cnnindonesia.com, Kamis (25/11/2021).

Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw (2019)

Dalam film lepasan saga Fast & Furious ini, Dwayne Johnson berperan sebagai Luke Hobbs, bersama lawan mainnya Jason Statham sebagai Deckard Shaw.

Cerita berlatar dua tahun setelah Toretto dan kawanannya mengalahkan Chiper pada Furious 8. Kendati sempat berpisah, Hobbs dan Shaw dihadapkan pada kondisi yang sama untuk membantu agen rahasia Inggris, Harttle, mencegah kejahatan teroris yang berbekal peralatan canggih.

Skyscraper (2018)

Film action thriller ini mengisahkan veteran perang AS bernama Will Sawyer. Setelah pensiun, ia kemudian bekerja sebagai konsultan keamanan gedung pencakar langit di Hong Kong. Sawyer menempati sebuah lantai untuk ditinggali bersama istri dan kedua anaknya. Hingga suatu hari, gedung tempat ia bertugas terbakar akibat ulah teroris.

Di tengah ketegangan tersebut, Will berupaya menyelamatkan keluarganya supaya bisa keluar dari gedung dan juga mencari bukti bahwa dirinya tak bersalah.

Rampage (2018)

Film action yang dibintangi Dwayne Johnson selanjutnya adalah Rampage. Film ini mengisahkan seorang ahli primatologi bernama David Okoye yang merawat gorila bernama George.

Suatu hari George terinfeksi cairan misterius yang membuat tubuhnya membesar dan ganas seperti raksasa. Hewan ganas ini berkeliaran dan mengancam penduduk AS. David berusaha menyelamatkan George dan hewan lain yang terinfeksi agar bisa dikembalikan seperti wujud semula.

San Andreas (2015)

Film garapan sutradara Brad Peyton ini mengisahkan tentang bencana alam besar di San Andreas, California. Seorang ahli gempa bumi bersama timnya meneliti tentang perkiraan gempa yang terjadi di San Andreas. Pasalnya, kota tersebut merupakan patahan yang juga telah mengakibatkan gempa besar pada 1906 silam.

Benar saja, gempa dengan kekuatan besar melanda kota, sementara seorang pekerja tim SAR bernama Ray berupaya mengevakuasi anak perempuan serta istrinya dari tempat tinggal mereka yang terletak di gedung yang sangat tinggi.

Empire State (2013)

Film action yang dibintangi Dwayne Johnson berikutnya yakni Empire State. Film ini diangkat dari kisah nyata tentang aksi perampokan uang tunai terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Kisahnya bermula saat Chris dan Eddie yang merupakan petugas keamanan di Empire Armored Car Company tengah mendapat giliran jaga malam.

Tahu ada kelemahan dalam sistem keamanan di tempatnya bekerja, keduanya memutuskan untuk merampok uang perusahaan.

Guna menyelidiki aksi perampokan tersebut, kepolisian New York menerjunkan James Ransone (Dwayne Johnson), detektif veteran Departemen Kepolisian New York. (*)

Editor: Rezki Jaya
Sumber: Cnnindonesia.com

 

Daftar Film Tom Hardy, Enak Ditonton Saat Weekend

Daftar Film Tom Hardy, Enak Ditonton Saat Weekend

Akurasi.id – Nama Tom Hardy pasti tidak terdengar asing bagi kamu yang selalu mengikuti perkembangan film-film Hollywood. Aktor tampan yang memiliki suara seksi ini sudah terjun dalam dunia perfilman sejak usianya masih 24 tahun. Kini, sudah banyak film Tom Hardy mengisi layar kaca dunia perfilman.

Tom Hardy membuktikan kemampuan aktingnya melalui puluhan judul film yang pernah ia bintangi. Bacaterus akan mengulas satu persatu film terbaik yang pernah dibintangi oleh Tom Hardy.

Berikut daftar film Tom Hardy untuk mengisi libur kamu, dilangsir dari bacaterus.com, Kamis (25/11/2021).

Black Hawk Down (2001)

Debut pertama Tom Hardy dalam dunia perfilman dimulai dari aktingnya sebagai Lance Twombly dalam film “Black Hawk Down”. Hardy dipilih langsung oleh sang sutradara, Ridley Scott, untuk memerankan karakter yang bukan termasuk bintang utama dalam film ini.

Dalam Black Hawn Down, wajah Tom Hardy tidak sepenuhnya terlihat karena ia berperan sebagai pasukan khusus yang selalu mengenakan helm perang. Kemunculan Hardy dalam film ini juga tidak terlalu intens lantaran pemeran utamanya adalah Josh Hartnett dan Ewan McGregor.

Star Trek: Nemesis (2002)

Walaupun tidak mendapatkan peran utama dalam film “Black Hawk Down”, tetapi setelah membintangi film tersebut Hardy justru mendapatkan peran yang lebih mumpuni dalam film yang tak kalah bergengsi, yaitu Star Trek: Nemesis.

Dalam film yang dirilis tahun 2002 ini Hardy berperan sebagai Shizon, karakter antagonis pemimpin orang-orang Reman. Hardy sendiri harus rela didandani dengan memakai penutup kepala latex agar terlihat botak dan diberi makeup berupa urat-urat yang menonjol pada kulit kepalanya. Hmm.. Dengan makeup seperti ini apakah Tom Hardy masih terlihat tampan, guys?

RocknRolla (2008)

Salah satu film terbaik yang dibintangi oleh Tom Hardy adalah RocknRolla, walaupun lagi-lagi Hardy tidak mendapatkan peran utama dalam film bergenre kriminal ini. Dalam film ini, Hardy beradu peran dengan Gerard Butler dan Idris Elba.

Peran Hardy dalam RocknRolla adalah sebagai Handsome Bob. Sinopsis film ini menceritakan tentang penjahat yang tertarik dengan keuntungan bisnis real estate di London. Para penjahat berlomba-lomba untuk mendapatkan keuntungan besar dari bisnis tersebut.

Dalam film ini, Handsome Bob yang diperankan Hardy akan termasuk dalam geng penjahat yang ingin mendapatkan keuntungan tersebut. Bob didapuk untuk membantu dua orang kawannya, yakni One Two (Gerald Butler) dan Mumbles (Idris Elba).

Bronson (2008)

Masih di tahun yang sama dengan RocknRolla, kali ini Hardy mendapatkan peran utama di film “Bronson”. Tak tanggung-tanggung, melalui film ini Hardy memperoleh penghargaan “Best Actor” dari British Independent Film Award dan masuk di beberapa nominasi festival film lainnya.

Karakter yang diperankan Hardy dalam film ini adalah Michael Peterson, seorang pria bertumbuh besar, botak, dan berkumis. Cita-cita Peterson adalah menjadi orang terkenal. Namun karena ia tidak memiliki talenta apapun, akhirnya ia mencoba peruntungan di profesi mencuri.

Tindak pencurian yang dilakukan Peterson akhirnya menjebloskannya ke dalam penjara. Bukan bertobat, Peterson justru membuat ulah di penjara, mulai dari menyerang penjaga maupun sesama tahanan. Alhasil, tak ada penjara yang bisa mengatasi kebrutalan Peterson.

Akibat ulahnya yang brutal, Peterson akhirnya menjadi sosok kriminal paling terkenal. Peterson pun memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Charles Bronson.

Inception (2010)

Sutradara brilian, Christopher Nolan, membuat film bergenre fiksi ilmiah yang sangat sukses, yakni “Inception”. Kalau kamu suka film yang sedikit membuatmu “berpikir”, tentu saja kamu akan menyukai film yang bertabur bintang-bintang Hollywood. Tom Hardy didapuk menjadi satu bintang Hollywood dalam film ini, meskipun posisi peran utamanya ditempati oleh Leonardo DiCaprio.

Inception menceritakan tentang Cobb (Leonardo DiCaprio) yang berprofesi sebagai penyusup dalam mimpi manusia. Cobb dipekerjakan untuk mencuri ide-ide orang melalui alam mimpi. Pekerjaan ini membuat Cobb tidak bisa kembali ke Amerika untuk menemui keluarganya.

Suatu hari, Saito (Ken Watanabe) menawarkan sebuah pekerjaan pada Cobb untuk menanamkan ide dengan masuk ke mimpi seseorang bernama Robert Fischer Jr (Cillian Murph). Saito melakukan ini untuk menghancurkan strategi bisnis ayahnya. Saito menjanjikan akan membawa Cobb kembali ke Amerika jika ia berhasil melakukan pekerjaan ini.

Cobb pun akhirnya menyetujui. Ia segera membentuk tim yang akan membantunya, yakni Arthur (Joseph Gordon-Levitt) sang ekstraktor, Eames (Tom Hardy) penipu dan pemalsu identitas, dan beberapa orang lainnya. Akankah Cobb berhasil menuntaskan pekerjaan penuh risiko ini?

The Dark Knight Rises (2012)

Mungkin kamu tidak menyadari bahwa pemeran penjahat dalam salah satu Batman Trilogy adalah Tom Hardy. Ya, dalam The Dark Knight Rises garapan Christopher Nolan, Hardy memerankan sosok Bane, penjahat yang menantang Batman. Dalam film ini kamu pasti pangling melihat Hardy karena tubuhnya gempal dan besar, kepalanya botak, dan selalu memakai topeng.

Walaupun Bane bukan sosok penjahat sefenomenal Joker, tetapi para penggemar DC Extended Universe dibuat jatuh cinta terhadap karakter ini. Kalau kamu belum sempat menonton Batman Trilogy garapan Nolan, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menonton ketiganya sekaligus membuktikan kemampuan akting Tom Hardy.

Mad Max: Fury Road (2015)

Mad Max: Fury Road adalah film yang mengambil setting apokaliptik, di mana pemimpin kejam menguasai sebuah gurun dan mengontrol setiap tetes air. Di film ini Hardy mendapatkan peran utama dan harus beradu akting dengan aktris ternama Charlize Theron. Kepiawaian akting Hardy di film ini berhasil membawanya memperoleh “Best Actor in Action Movie” dari Critic’s Choice Movie Award.

Hardy memerankan Max, seorang pemberontak yang berusaha lari dari kejaran orang-orang suruhan Immortan Joe (Hugh Keays-Byrne), sang penguasa gurun. Dalam usahanya bertahan hidup, Hardy bertemu dengan Furiousa (Charlize Theron), wanita yang berusaha keluar dari padang pasir untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

The Revenant (2015)

The Revenant adalah film yang berhasil mengantarkan Leonardo DiCaprio meraih piala Oscar. Tom Hardy yang juga mendapat porsi besar dalam film ini juga memperoleh berbagai nominasi dari penghargaan bergengsi meskipun belum berhasil memenangkannya.

Dalam film ini tokoh utamanya adalah Hugh Glass (Leonardo DiCaprio), sang pemburu yang nyaris mati karena diserang beruang grizzly. Sementara Hardy memerankan tokoh John, seorang pengkhianat yang berusaha membunuh Hugh.

Hugh yang bertahan hidup dalam kehidupan alam liar memiliki rencana untuk membalas dendam atas kematian dua orang temannya dan kepada orang-orang yang telah mengkhianatinya.

Dunkirk (2017)

Dunkirk membuktikan bahwa Tom Hardy merupakan aktor favorit Christopher Nolan. Terbukti sudah beberapa kali duet aktor dan sutradara ini bekerja sama untuk sejumlah film yang laris di pasar Hollywood.

Film ini sendiri bukan film perang biasa. Penonton akan diajak untuk larut dalam cerita dari tiga sudut pandang berbeda. Kamu jiuga akan diajak untuk menyaksikan cerita alur maju mundur yang mungkin akan sedikit membingungkan.

Tom Hardy sendiri mendapat peran sebagai Farrier, pilot Royal Air Force yang berjuang di udara untuk mengalahkan pesawat tempur musuh. Selain Tom Hardy, kehadiran Harry Styles yang merupakan personel One Direction dalam film ini juga memberi kejutan manis bagi penonton.

Venom (2018)

Beberapa kritikus menganggap bahwa Venom adalah salah satu Marvel Cinematic Universe (MCU) yang gagal. Akan tetapi, film yang mengusung tokoh anti-hero Marvel ini tetap memiliki tempat di hati para pecinta film-film MCU.

Venom dikenal sebagai anti-hero yang menjadi musuh Spider-Man. Namun di film ini Venom nampak menjadi sosok prontagonis. Tom Hardy memerankan Eddie Brock, seorang wartawan yang nanti menjadi inang bagi organisme hidup bernama Venom. Sontak Eddie menjadi manusia yang memiliki kekuatan super.

Rekomendasi film-film yang dibintangi oleh Tom Hardy ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang belum menonton semua film aktor tampan ini. Nah, kamu suka film Tom Hardy yang mana nih? (*)

Editor: Rezki Jaya
Sumber: Bacaterus.com

 

Daftar Film yang Tayang di Bioskop November 2021

Daftar Film yang Tayang di Bioskop November 2021

Akurasi.id – Tak terasa kita telah memasuki bulan November, ada banyak pula film baru yang dinanti. Ragam genre termasuk film tentang alam semesta yang terhubung dengan superhero, film tentang kehidupan Putri Diana, fitur animasi terbaru Disney, drama musikal hingga drama biografi akan tayang di bioskop November 2021. Beberapa penggemar film juga mungkin telah mendengar kabar film ini akan rilis.

Berikut daftar film yang tayang di bioskop November 2021 dilansir dari liputan6.com, Rabu (3/11/2021).

Eternals (5 November)

Poster Film Eternals. (Marvel Studios)

Dimulai dengan rilisnya Eternals sebagai awal Fase Empat Marvel Cinematic Universe. Penggemar Marvel sangat bersemangat untuk menontonnya, walaupun banyak kritikus film memberikan ulasan yang kurang baik untuk film ini.

Disutradarai oleh Chloé Zhao, berlatar peristiwa setelah Avengers: Endgame. Eternals bukan termasuk ras manusia, mereka abadi diciptakan oleh Celestial yang secara diam-diam hidup di Bumi selama berabad-abad. Namun, ketika rekan jahat mereka tiba, Deviants, Eternals harus bergabung untuk menyelamatkan dunia.

Dibintangi oleh deretan aktor dan aktris terkenal Hollywood: Gemma Chan sebagai Sersi, Richard Madden sebagai Ikaris, Don Lee sebagai Gilgamesh, Kumail Nanjiani sebagai Kingo, Lia McHugh sebagai Sprite, Lauren Ridloff sebagai Makkari, Brian Tyree Henry sebagai Phastos, Barry Keoghan sebagai Druig, Salma Hayek sebagai Ajak, dan Angelina Jolie sebagai Thena.

Spencer (5 November)

Kristen Stewart memerankan Lady Diana dalam Spencer, 2021. (IMDb)

Drama biografi tak ketinggalan akan rilis, kali ini biografi dari Putri Diana. Fakta bahwa Putri Diana akan diperankan oleh Kristen Stewart sangat banyak mengundang penasaran dari penonton tentang bagaimana Kristen akan memerankan seorang Lady yang ikonis dari Kerajaan Inggris tersebut.

Spencer adalah sebuah drama psikologi biografis yang disutradarai oleh Pablo Larrain dan ditulis oleh Steven Knight. Bercerita tentang kisah Diana, Putri Wales (Kristen Stewart) setelah rumor perselingkuhan dan masalah lain terkait internal keluarga kerajaan Inggris.

Dalam film ini juga ada Jack Farthing sebagai Pangeran Charles, serta deretan aktor-aktris lainnya seperti Timothy Spall, Sean Harris, dan Sally Hawkins.

Clifford The Big Red Dog (10 November)

Poster Clifford The Big Red Dog (IMDb)

Film keluarga juga hadir di layar lebar bulan ini dengan Clifford the Big Red Dog, diangkat dari seri buku anak-anak dengan judul yang sama.

Siswa sekolah menengah Emily Elizabeth (Darby Camp) berjuang untuk menyesuaikan diri di rumah dan di serkolah. Suatu hari dia menemukan anak anjing kecil berwarna merah dari penyelamat hewan ajaib. Anak anjing ini dia beri nama Clifford (David Alan Grier sebagai pengisi suara), menjadi sahabatnya.

Kemudian Clifford menarik perhatian perusahaan genetika yang ingin membuat hewan berukuran super, tentu saja karena Clifford adalah anjing berukuran super berwarna merah. Emily bersama dengan pamannya Casey (Jack Whitehall) memerangi perushaan tersebut.

Selain di bioskop, film ini juga akan rilis di Paramount+ secara bersamaan.

Encanto (24 November)

Encanto. (Walt Disney Animation Studio)

Film animasi untuk ditonton keluarga lainnya datang dari Disney. Encanto disutradarai oleh Byron Howard dan Jared Bush, berlatar di Kolombia.

Film ini menceritakan tentang kisah sebuah keluarga bernama Madrigals yang tinggal di kota ajaib di sebuah pegunungan. Setiap anak diberkahi kemampuan unik berkaitan sihir, kecuali satu bernama Mirabel (Stephanie Beatris sebagai pengisi suara). Dia adalah satu-satunya di keluarga Madrigal yang tidak memiliki kemampuan ajaib.

Ketika sihir terancam, Mirabel menjadi satu-satunya orang yang mungkin bisa menyelamatkannya.

House of Gucci (24 November)

Poster House of Gucci yang dibintangi Lady Gaga. (IMDb)

House of Gucci adalah film biografi kriminal yang disutradarai oleh Ridley Scott. Film ini diangkat dari buku The House of Gucci: A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed oleh Sara Gay Forden pada 2001.

Berlatar tahun 1995, Hose of Gucci menceritakan peristiwa dan akibat pembunuhan Maurizio Gucci (Adam Driver), pengusaha Italia dan kepala rumah mode Gucci, oleh mantan istrinya Patrizia Reggiani (Lady Gaga). Juga dibintangi oleh Jared Leto, Jeremy Irons, Salma Hayek, dan Jack Huston. (*)

Editor: Rezki Jaya
Sumber: liputan6.com

Review Film Candyman: Kembalinya Teror Legenda Urban Bertangan Kait

Review Film Candyman: Kembalinya Teror Legenda Urban Bertangan Kait

Akurasi.id – Film berdurasi 1,5 jam ini mengisahkan kembalinya teror legenda urban bertangan kait, komunitas kulit hitam di permukiman Cabrini-Green bernama “Candyman”. Di Carbini-Green, sedikit yang tidak pernah mendengar soal legenda Candyman (Tony Todd), pembunuh puluhan orang dengan senjata kait (hook) dan lebah itu. Salah satu warga yang tidak mengetahuinya adalah Anthony McCoy (Yahya Abdul-Mateen II), seorang seniman lukis.

McCoy baru mengetahui kisah Candyman, legenda urban bertangan kait ini ketika seseorang menceritakan kasus Helen Lyle kepadanya. Lyle adalah sosiolog kulit putih yang terobsesi untuk mengungkap legenda Candyman, arwah jahat yang akan membunuh siapapun yang menyebut namanya lima kali di depan cermin.
Menurut legenda yang beredar, Candyman sejatinya adalah pelukis kulit hitam bernama Daniel Robitaille (Tony Todd) yang mencintai modelnya, seorang perempuan kulit putih. Warga yang tidak menyukai hubungan interrasial itu kemudian memburu Robitaille dan memutilasinya hidup-hidup. Setelah dimutilasi, tubuh Robitaille diguyur dengan madu yang membuatnya menjadi mangsa lebah-lebah ganas. Sejak itu, ia menjadi arwah jahat yang dijuluki Candyman.

Obsesi Lyle terhadap legenda Candyman secara misterius membuatnya mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan, ia menculik seorang bayi dari Cabrini-Green dan mencoba membunuhnya. Bayi tersebut pada akhirnya berhasil diselamatkan, namun Lyle tewas membakar dirinya hidup-hidup tanpa alasan yang diketahui.
Berupaya menggenjot karir seninya yang mandeg, McCoy berencana mengangkat kisah Candyman tersebut ke dalam pameran lukisannya. Harapannya, orang-orang yang tidak mengenal legenda berdarah Candyman akan tertarik untuk mengunjunginya dan memulai percakapan di ruang publik. Kebetulan, origin Candyman berkaitan erat dengan isu rasisme yang juga ingin ia angkat. McCoy tak menyadari bahwa niatannya tersebut akan membawa malapetaka baginya.

Formula klasik kisah Candyman masih dipertahankan pada film yang disutradarai Nia DaCosta ini. Mereka yang mencari masalah dengan mencoba memanggil Candyman pada akhirnya harus berhadapan langsung dengan pembunuh berdarah dingin itu. Di sisi lain, mereka yang mencoba mengungkap legenda Candyman juga berakhir menghadapi berbagai masalah misterius. Walau begitu, DaCosta meyuntikkan sejumlah elemen baru untuk memaniskan kembali kisah Candyman.

Salah satu hal yang baru adalah bagaimana legenda Candyman dipandang berbeda-beda oleh warga Cabrini-Green. Bagi sejumlah orang, Candyman adalah terror yang tak sepatutnya dipanggil lagi. Namun, tidak sedikit yang memandang Candyman adalah “senjata” komunitas kulit hitam untuk melawan rasisme dan persekusi yang mereka hadapi. Hal itu memunculkan perspektif yang lebih kaya dibanding sekedar menunjukkan Candyman sebagai terror berjalan.

Hal baru lainnya adalah soal eksploitasi kisah penderitaan komunitas kulit hitam. Film Candyman adalah kritik sosial terhadap mereka yang mencoba merepresentasikan komunitas kulit hitam dalam produk budaya namun bukan sebagai alat juang, tetapi alat cuan. Uniknya, kritik itu disampaikan via karakter McCoy yang pelukis kulit hitam. McCoy, desperate menggenjot karirnya lagi, mengeksploitasi kisah Candyman yang sarat isu rasisme untuk mengangkat namanya lagi.

Hal terakhir yang baru adalah bagaimana sutrdara Nia DaCosta dan penulis Jordan Peele mendeliver terror di film Candyman. Dibanding tipikal film slasher di mana pembunuhan ditunjukkan terang-terangan dengan penuh gegap-gempita, pendekatan film Candyman terbaru lebih kalem. Teror Candyman tidak diperlihatkan dari sudut pandang korban, tetapi sudut pandang saksi. Penonton tidak akan melihat langsung wajah korban saat digorok Candyman, tetapi akan melihat “siluet-siluet” dari aksinya. Surprisingly, hal itu sukses membuat bulu kuduk berdiri karena visualisasi menjadi kembali ke imajinasi penonton. Theater of Mind kata sutradara horror John Carpenter.
Overall, Candyman merupakan film horor yang out of the box, memiliki beragam konflik yang kompleks serta villain yang merupakan by product dari rasisme terhadap komunitas kulit hitam. Hal itu diperkuat cita rasa visual DaCosta yang apik plus elemen-elemen klasik film Candyman di mana merupakan penghormatan terhadap penggemar-penggemar lamanya.


Bagi kami sendiri, film ini mengingatkan pada film “Us” dan “Get Out” yang juga mengangkat isu rasisme terhadap komunitas kulit hitam. Tidak mengherankan, Jordan Peele ikut memproduseri dan menulis naskah dari film ini. Sajian kisah horor yang sarat isu sosial membuat kami berpikir keras saat menonton Candyman, namun tetap menikmati filmnya yang memiliki gaya penceritaan non-linear. Dibanding Halloween Kills yang sama-sama direct sequel dari film originalnya, Candyman lebih berbobot dalam banyak hal. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id
Sumber: Kumparan.com

 

Review Film Nussa: Prestasi Studio Animasi Lokal

Review Film Nussa: Prestasi Studio Animasi Lokal

Akurasi.id – Film Nussa yang populer karena serial animasinya di kanal YouTube, kini hadir sebagai film animasi panjang berdurasi 1 jam 47 menit. Masih digarap oleh studio Little Giantz, dengan Bony Wirasmono sebagai sutradara dan Ryan Adriandhy sebagai produser, Nussa “the movie” menceritakan kisah baru, stand alone, yang belum pernah dieksplor di serial Youtubenya. Merupakan prestasi studio animasi lokal.

Dilansir dari kumparan.com, Jumat (15/10/2021), Nussa sukses membawa animasi Indonesia ke tingkat baru, baik dari kualitas animasi maupun story. Merupakan prestasi studio animasi lokal. Animasinya vibrant dan joyful, mempertahankan feel yang ada di serialnya. Sementara itu, kisahnya sarat pesan moral yang halus, universal, dan tidak judgmental sehingga relevan bagi penonton dari kelompok usia apapun, mau boomer, millennial, ataupun gen-z.

Seperti titlenya, film ini berfokus pada Nussa (Muzakki Ramadhan), bocah 9 tahun yang berambisi mempertahankan gelar juara Science Fair untuk membanggakan keluarganya. Ambisi itu menemui halangan ketika Joni (Ali Fikry) hadir ke lingkaran pertemanan Nussa.

Hadir sebagai murid baru, Joni dengan cepat menarik perhatiaan dari Nussa yang selama ini dianggap jenius di sekolahnya. Bak kombinasi Dekisugi dan Suneo di Doraemon, Joni adalah anak yang tampan, pintar, kreatif, dan kaya raya. Kekayaan keluarganya memungkinkan ia membangun roket yang lebih canggih, modern, melebihi roket Nussa yang dibuat dari bahan daur ulang.

Ujian dan rintangan silih berganti menghampiri Nussa sejak Joni datiang. Hal itu mulai dari eksperimen roketnya yang selalu gagal, ditinggal ayahnya pergi bekerja ke luar negeri, hingga rivalitasnya dengan Joni. Puncaknya, Nussa “meledak” ketika mengetahui ayahnya tidak bisa pulang ke Indonesia, mendampinginya dalam Science Fair yang begitu penting untuknya.

Perlu diakui, secara kualitas animasi, Nussa jelas kalah jauh jika dibandingkan dengan produk animasi dari Pixar, Studio Ghibli, Illumination, atau bahkan gaya animasi baru dari Sony Pictures. Walau begitu, untuk level Indonesia, hasil kerja keras tim Little Giantz dan Visinema patut dipuji. Kualitas animasinya yang vibrant, joyful konsisten terjagada dari awal sampai akhir. Konsistensi bukan perkara gampang dan sutaradara Bony Wirasmono menyebutnya berkat kerja keras 130 animator lokal.

Kekuatan utama Nussa The Movie ada pada kisahnya. Bersetting Ramadhan, kisah Nussa mengajak penonton mengeksplorasi konsep ikhlas, sabar, dan kompetisi dari perspektif anak-anak. Rivalitas dengan Joni plus ketiadaan bapaknya membuat Nussa meradang. Nussa tahu dirinya kalah popular, kalah pintar, dan kalah canggih, namun sutradara Bony Wirasmono dengan apik memperlihatkan bagaimana Nussa harus belajar melihat hal itu bukan sebagai ancaman dan meluapkan kemarahannya kepada hal lain, tetapi kesempatan bagi dirinya untuk berkembang.

Kisah itu terbentuk penokohan yang apik juga. Rara (Ocean Fajar), adik Nussa, karakternya sengaja dibuat menggemaskan dan kerap memecah tawa dengan tingkah konyolnya untuk menjaga filmnya tetap bersahabat untuk anak-anak. Abba (Alex Abbad) dan Umma (Fenita Arie), orang tua Nussa, hadir sebagai voice of reason bagi Nussa di kala suka maupun duka. Joni, yang hadir sebagai “antagonis” dari Nussa, pun hadir sebagai karakter yang lebih kompleks, tidak one dimensional seperti perkiraan.

Overall, meskipun film Nussa di paruh pertama terasa flat dan butuh penyesuaian bagi yang belum pernah menyaksikan serialnya di youtube, kualitasnya secara gradual terus naik seiring berjalannya cerita lewat pengembangan konflik serta karakter yang apik. Siap-siap saja menitikkan air mata di paruh kedua film.

Tidak berlebihan menyebut film Nussa sebagai salah satu film animasi karya anak bangsa yang terbaik saat ini. Seperti roket yang diciptakan Nussa, harapannya film animasi ini bisa terbang meluncurkan nama industry animasi Indonesia ke mata dunia dan membawa potensi besar di bidang perfilman animasi yang tak boleh dipandang sebelah mata lagi.

Film Nussa yang bertabur bintang mulai dari Raisa Andrianda, Dewi Sandra, Hamka Siregar, Opie Kumis, Imam Darto, Fenita Arie hingga Alex Abbad ini tayang perdana mulai 14 Oktober 2021 di seluruh bioskop tanah air. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id