Parenting

Ini Cara Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini

Ini Cara Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini

Akurasi.idMenabung nyatanya bukan hanya penting dilakukan oleh orang dewasa saja. Namun, mengajarkan anak menabung juga perlu sejak dini. Hal ini bermanfaat ketika anak mulai beranjak dewasa sehingga mereka mampu mengelola keuangan dan terhindar dari kesulitan finansial di masa depan.

Nah, ini menjadi tanggung jawab bagi orangtua untuk mengajarkan anak menabung sejak dini. Mungkin sebagian besar orangtua berpikir bahwa mengajari anak menabung bukanlah perkara mudah. Orangtua tak perlu khawatir, karena tak ada salahnya untuk mencoba lima cara berikut ini.

1. Jelaskan tentang tujuan dan manfaat menabung

Ketika anak sudah mengenal uang sebagai alat tukar pembayaran untuk mendapatkan suatu barang. Hal pertama yang perlu orangtua jelaskan pada anak sebelum mereka memulai untuk menabung adalah tujuan dan manfaat menabung itu sendiri.

Jelaskan pada anak jika dia menginginkan suatu hal seperti boneka atau mainan lainnya, maka dia perlu menabung terlebih dahulu dengan cara menyisihkan uang jajan sedikit demi sedikit. Jadi, anak pun mulai belajar berhemat untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.

2. Belikan celengan yang lucu dan menarik

Selanjutnya, cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat anak lebih semangat menabung adalah membelikan sebuah celengan dengan bentuk dan motif yang menarik.

Anak kecil sangat suka dengan suatu hal yang menarik dan lucu seperti karakter kartun yang disukai anak atau celengan bentuk hewan dan mobil. Jadi secara gak langsung orangtua juga membantu anak untuk lebih semangat dalam menabung.

3. Beri tahu anak jika uang recehan juga bisa ditabung

Semua orang tentu tahu, jika nilai uang receh memang lebih kecil jika dibandingkan dengan uang kertas. Bahkan seiring berjalannya waktu anak pun ikut memahami hal itu, bukan? Namun, bukan berarti kita bisa menyepelakan nilai uang receh. Orangtua juga perlu mengajarkan pada anak, bahwa uang receh juga sangat berarti dan bisa ditabung.

Beri tahu anak, jika uang receh yang dikumpulkan dalam jumlah banyak bisa menjadi nilai yang cukup untuk membeli sesuatu barang. Beri tahu juga ke anak jika uang receh bisa ditukar dengan uang kertas.

4. Ajak anak menabung ke Bank

Ternyata mengajak anak untuk menabung ke bank sejak dini adalah salah satu tips andalan. Salah satu cara ini bisa Anda lakukan sebagai contoh yang baik untuk anak. Perlahan anak akan mulai tertarik dan ingin memiliki tabungan yang sama di bank seperti orangtuanya.

Apalagi sekarang bank sudah mulai membuka rekening bagi anak-anak yang cukup umur. Orangtua bisa membantu anak dalam membuat rekening atas namanya sendiri. Supaya menabung berjalan dengan rutin, orangtua bisa membuat jadwal bersama anak untuk menabung ke bank.

5. Berikan hadiah jika anak berhasil mencapai target menabung

Jika anak berhasil menabung dengan rutin hingga mengumpulkan tabungan sesuai targetnya. Jangan lupa memberikan reward atau hadiah untuk mengapresiasi semangatnya, ya.

Tentu anak akan merasa usahanya dihargai oleh orangtuanya. Ini menjadi salah satu tips ampuh agar anak makin semangat untuk menabung dan menyisihkan uang jajannya.

Sepertinya beberapa tips diatas tidak terlalu sulit untuk diajarkan pada anak, bukan? Intinya kesabaran orangtua dalam membimbing anak adalah hal yang utama. Jika anak sudah paham tentang konsep menabung, maka orangtua pun akan merasa lebih senang dan tenang. Ini artinya anak mulai tumbuh rasa tanggung jawab dalam mengelola keuangan dan belajar tumbuh mandiri secara finansial di masa depan. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Jangan Suka Menghina Anak! Begini 5 Dampak Buruknya

Jangan Suka Menghina Anak! Begini 5 Dampak Buruknya

Akurasi.id – Tidak ada hubungan yang sempurna di dunia ini. Bahkan, hubungan orangtua dan anak yang seharusnya harmonis pun terkadang bisa renggang. Tidak sedikit anak yang berkonflik dengan orangtua, begitu juga orangtua yang berkonflik dengan anak. Toxic parenting masih banyak dilakukan para orangtua, seperti mengucapkan kata-kata negatif yang merujuk ke penghinaan.

Orangtua yang suka menghina anak harus sadar bahwa ada dampak serius yang bisa ditimbulkan. Berikut lima di antaranya.

  1. Menanamkan benih kebencian dalam diri anak

Perkataan yang menghina bisa membekas dalam hati anak. Jika orangtua tidak bijak dalam berkata-kata, maka benih kebencian bisa tumbuh dalam diri anak. Seorang anak akan merekam semua kejadian dengan jelas. Jika orangtua tidak segera minta maaf, maka malah akan menambah rasa benci anak tersebut hingga ia dewasa.

  1. Membuat anak mempertanyakan keberhargaan dirinya

Anak yang dihina bisa membuat ia kehilangan identitas diri. Semakin sering diperlakukan begitu, ia akan sering juga mempertanyakan keberhagaan dirinya. Apakah ia disayang atau apakah keberadaannya tidak disukai? Jika hal ini terus terjadi, mental anak sangat mungkin bisa terganggu. Kehidupan anak juga akan mudah terombang-ambing.

  1. Membuat anak menjadi liar

Anak yang terlalu sering dikatai dengan perkataan negatif bisa membuatnya menjadi liar. Ia bisa merasa bahwa rumah yang ia tinggali tidak bisa memberikannya rasa nyaman. Akibatnya, ia akan mencari tempat lain karena merasa tidak betah di rumah sendiri. Kalau hal ini tak segera ditangani, anak bisa terjerumus ke hal-hal buruk, lho.

  1. Anak kehilangan sosok yang seharusnya menjadi teladan

Orangtua seharusnya menjadi sosok teladan bagi kehidupan anak. Namun, kalau hal tersebut tidak bisa dilakukan orangtua, maka anak akan kehilangan figur teladannya. Anak akan merasa hilang arah dan bingung seperti apa ia harus menjalani kehidupan karena karakter dan nilai-nilai baik tidak ia dapatkan dari orangtuanya.

  1. Hubungan jadi renggang dan berjarak

Orangtua yang suka menghina anak sudah pasti akan menciptakan jarak bagi si anak. Kedekatan fisik dan emosional antara orangtua dan anak pada akhirnya harus lenyap. Menjalani hubungan seperti ini pastinya tidak nyaman. Untuk memperbaiknya, orangtua dan anak harus sama-sama punya kerelaan untuk saling memaafkan.

Anak seharusnya diberikan nilai-nilai hidup yang baik agar kelak ia bisa menjadi pribadi yang baik dan berguna, bukannya malah menjadi sasaran penghinaan. Orangtua harus sadar bahwa ada dampak serius yang bisa mempengaruhi kehidupan anak ke depannya. Semoga kita tidak menjadi orangtua seperti itu, ya. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

5 Tips Atasi Anak Gemar Cari Perhatian

5 Tips Atasi Anak Gemar Cari Perhatian

Akurasi.id – Anak-anak memiliki sifat yang terkadang tidak dapat ditebak sebab masih dalam proses pembentukan karakternya. Hal ini terkadang membuat anak-anak melakukan hal-hal yang tidak baik sebab ketidak tahuannya.

Sering kali anak-anak melakukan hal demikian sebab bermaksud mencari perhatian dari orang-orang di sekitarnya, khususnya orangtua mereka. Tentu saja, orangtua dapat mengajarkan anak yang gemar cari perhatian untuk tidak sampai melakukan hal-hal tidak baik. Cara mengajarkannya adalah dengan melakukan beberapa tips berikut ini.

  1. Bersikap tenang dan sabar

Cara pertama yang perlu kamu lakukan adalah dengan tetap bersikap tenang dalam menghadapi anak dengan tipe yang seperti itu. Bersikap tenang dan coba untuk tetap bersabar, sehingga tidak mudah terbawa emosi.

Memarahi anak saat mencoba mencari perhatian hanya akan membuat suasana hatinya menjadi buruk. Anak pun jadi semakin sulit untuk diatur dan dinasehati.

  1. Mengajak anak bercerita tentang dirinya

Terkadang anak-anak belum paham bagaimana cara menyampaikan keinginannya dengan baik. Pada akhirnya, mereka menunjukan hal tersebut dengan justru bersikap berlebihan dalam mencari perhatian.

Untuk menghindari hal yang demikian, orangtua dapat mengajak anak untuk bercerita tentang dirinya sendiri. Melalui sikap yang terbuka, maka anak akan senantiasa menyampaikan perasaannya sehingga tidak perlu bersikap layaknya mencari perhatian.

  1. Menjelaskan pada anak mengenai batasan-batasan yang ada

Orangtua memiliki peran penting untuk menasehati anak mengenai hal yang perlu diketahuinya. Salah satunya adalah dengan menjelaskan mengenai batasan-batasan yang ada.

Anak-anak perlu tahu bahwa batasan-batasan seperti berteriak di tempat umum, melakukan hal yang tidak membuat orang lain nyaman, atau memukul orang bukan sesuatu yang terpuji. Tindakan ini sudah termasuk ke dalam hal-hal yang telah melebihi batasan.

  1. Membiasakan anak untuk selalu bersikap ekspresif dalam berbicara

Ada beragam cara anak dalam mencari perhatian dari orang-orang di sekelilingnya. Mereka bisa menggunakan verbal, hingga motoriknya.

Itulah mengapa orangtua perlu membiasakan anak untuk mencoba bersikap ekspresif dalam berbicara. Sikap ekspresif ini dapat membuat anak mudah menyampaikan keinginannya, sehingga tidak ditunjukan melalui tindakan yang tidak baik.

  1. Mencurahkan perhatian yang sehat pada anak

Penyebab anak melakukan hal-hal yang tidak baik tentu saja sebagai bentuk dalam mencari perhatian. Orangtua juga perlu melakukan evaluasi diri dalam memberikan perhatian pada anak selama ini.

Jangan ragu untuk mencurahkan perhatian secara sehat pada anak. Jangan sampai justru perhatian yang diberikan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang manja.

Membiasakan anak untuk terbuka dalam menyampaikan perasaannya dapat mencegah anak untuk berusaha gemar cari perhatian di depan umum. Tentunya, orangtua perlu peka dan bijak dalam menghadapi anak dengan karakter seperti itu. Jangan langsung terpancing emosi, ya! (*)

Sumber: IDNtimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Ini Loh Penyebabnya Anak Masih Sering Buang Air di Celana

Ini Loh Penyebabnya Anak Masih Sering Buang Air di Celana

Akurasi.idAnak-anak yang masih berusia kecil biasanya terbiasa menggunakan diaper sebagai antisipasi bila ingin buang air besar atau pun buang air kecil. Seiring bertambahnya usia, anak-anak akan mulai diajarkan mengenai toilet training dan mulai tidak menggunakan diaper lagi.

Hal semacam ini ternyata tidak selalu bisa terjadi pada semua anak. Justru ada pula beberapa anak yang masih kesulitan untuk buang air di toilet sehingga jadi cenderung mudah mengompol atau mudah buang air di celana. Alasan anak masih melakukan hal demikian biasanya disebabkan karena beberapa penyebab yang berikut ini.

  1. Anak belum bisa mengungkapkan rasa ingin buang air

Kemampuan yang dimiliki setiap anak berbeda-beda, termasuk juga dengan cara mereka dalam berkomunikasi. Tidak semua anak langsung mampu berkomunikasi secara mudah dan dapat dipahami oleh orangtua.

Ada pula anak yang cenderung belum bisa mengungkapkan pada orangtua bahwa mereka ingin buang air. Hal ini jadi tidak dapat dipahami orangtua dan membuat anak jadi mudah buang air di celana begitu saja.

  1. Anak belum diajarkan toilet training secara tepat

Toilet training merupakan cara mengajarkan anak dalam menggunakan toilet secara bertahap. Tujuan dari penerapan toilet training adalah untuk membiasakan anak agar dapat lepas dari penggunaan diaper.

Proses transisi dari pampers menuju penggunaan toilet yang tepat terkadang tidak selalu berjalan baik. Anak-anak yang tidak memperoleh toilet training secara tepat jadi lebih mudah buang air di celana.

  1. Anak malas untuk buang air di toilet

Karakter yang dimiliki anak memang berbeda-beda sehingga tidak semua anak dapat diatur dengan mudah oleh orangtua. Ada pula anak yang justru terkesan malas dalam bergerak.

Tipe anak yang malas justru bisa membuat mereka mudah untuk BAB atau BAK di celana. Hal ini disebabkan mereka cenderung malas untuk buang air di toilet.

  1. Bentuk mencari perhatian

Anak-anak berada pada usia yang masih ingin dipenuhi oleh beragam hal yang menarik perhatiannya. Hal ini membuat mereka cenderung ingin selalu diberikan perhatian dan kasih sayang yang maksimal.

Tidak hanya itu, anak-anak juga sering mencari perhatian pada orang-orang di sekitar termasuk orangtuanya. Salah satu cara mereka dalam mencari perhatian adalah dengan BAB atau BAK di celana sehingga orangtua jadi dapat memperhatikan mereka kembali.

  1. Permasalahan kesehatan yang membuat anak sulit menahan rasa ingin buang air

Anak yang masih sering BAB atau BAK di celana tidak hanya disebabkan alasan psikologis semata. Alasan lainnya juga disebabkan permasalahan pada fisik.

Salah satu contohnya adalah permasalahan yang membuat anak jadi tidak dapat menahan rasa mulas atau keinginan untuk buang air kecil. Dampaknya mereka jadi langsung buang air tanpa dapat menahannya. Orangtua tentu perlu mencari penanganan yang tepat untuk mengatasi hal ini.

Orangtua tentu harus mencermati hal ini dengan baik agar anak jadi tidak mudah buang air begitu saja di celana. Cari solusi yang tepat untuk anak, ya! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

5 Manfaat Pujian Orangtua bagi Anaknya

5 Manfaat Pujian Orangtua bagi Anaknya

Akurasi.id – Ucapan adalah sebuah doa, terutama dari orangtua untuk anaknya. Alangkah baiknya setiap perkataanmu mengandung nilai positif yang mampu membuat buah hatimu bahagia serta termotivasi.

Salah satunya yaitu dengan memberikan pujian sebagai bentuk apresiasi untuk si anak. Ya, sanjungan yang kamu berikan itu akan memberikan banyak kebaikan baginya. Apa saja manfaat pujian orangtua bagi anaknya?

  1. Memberikan rasa nyaman dan bahagia

Memberi pujian akan membuat anakmu selalu nyaman berada di dekatmu. Selain itu, dia juga merasa bahagia karena apa yang dilakukannya mendapat penghargaan dari orangtuanya.

Sebaliknya, buah hatimu akan merasa sedih ketika kamu gak pernah memberikan apresiasi atas apa yang telah diusahakannya. Alhasil, dirinya akan menjadi anak yang pemurung lantaran kurang mendapat dukungan darimu.

  1. Anak merasa dianggap dan dihargai

Sebuah apresiasi membuat si kecil merasa dihargai dan dianggap keberadaannya. Kata-kata positif yang terus mengalir untuknya akan mendorongnya menjadi pribadi yang optimis serta gak mudah menyerah.

Sehingga, kelak ketika dewasa dia juga akan mampu memberikan motivasi untuk orang-orang sekitarnya. Hal ini karena semenjak kecil dia sudah belajar dari orangtuanya tentang bagaimana cara mendukung orang lain.

  1. Menumbuhkan rasa percaya diri

Rasa percaya diri merupakan bekal penting seorang anak dalam menghadapi hidupnya. Dengan memiliki sikap tersebut, buah hatimu akan memiliki keyakinan dan pendirian kuat dalam mengejar atau mempertahankan sesuatu.

Gak cuma itu, dia juga akan menjadi pribadi yang berani berkompetisi serta mencoba hal-hal baru. Ketika gagal atau jatuh pun anakmu gak akan segera bangkit dan gak gampang menyerah.

  1. Memberikan ‘suntikan’ semangat

Sama-sama mengeluarkan ucapan, alangkah baiknya kamu selalu berkata baik pada anakmu. Termasuk memberikan pujian yang akan mendorong anakmu kian bersemangat mengejar impiannya.

Selain pujian, dukunglah pulah usahanya dengan memberikan fasilitas yang dibutuhkan. Semisal ingin menjadi programmer, tunjanglah bakatnya itu dengan menyediakan komputer memadai serta mengikutkan dia kursus sesuai bidang yang disenanginya tersebut.

  1. Membentuk karakter positif 

Sebagai orangtua, kamu memiliki peran penting dalam menentukan masa depan anakmu. Untuk itu, senantiasa bantu arahkan anak agar menjadi pribadi yang berkarakter positif.

Salah satunya yaitu dengan memberikan pujian serta apresiasi atas apa yang diraih anakmu. Sikapmu ini akan mendoronganya untuk selalu berpikir, bertindak, dan berkata-kata positif pula.

Setelah membaca uraian di atas, semoga pikiranmu menjadi lebih terbuka, lalu menyadari betapa pentingnya manfaat pujian orangtua untuk buah hati tercinta. Dengan begitu, kamu gak akan pernah sungkan atau ragu lagi memberikan perhatian dan penghargaan untuk anakmu. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

5 Tips Jitu Lindungi Anak dari Pengaruh Negatif Pertemanan

5 Tips Jitu Lindungi Anak dari Pengaruh Negatif Pertemanan

Akurasi.id – Tak terasa, sosok mungil yang dahulu menghabiskan waktu bersama kita selama nyaris 24/7 kini telah beranjak dewasa. Saat mulai bersekolah, intensitas bertemu pun semakin berkurang. Bahkan, mereka mungkin lebih nyaman berinteraksi dengan teman dibanding bersama orangtuanya. Nah karena itu perlunya orangtua mengetahui tips jitu lindungi anak dari pengaruh negatif teman-temannya.

Tentu perasaan khawatir sering kali melanda kita selaku orangtua. Karena tidak bisa mengawasi sepenuhnya, kita takut mereka terjerumus pergaulan negatif. Menasihati anak saja tak cukup untuk melindungi mereka dari pengaruh buruk teman sebaya. Berikut ini tips jitu lindungi anak dari pengaruh negatif teman-temannya.

  1. Jalin komunikasi yang baik 

Barangkali alasan mengapa anak lebih nyaman menghabiskan waktu bersama teman-temannya ialah lantaran dia merasa kesepian. Rumah yang seharusnya menawarkan kehangatan justru tampak seperti tempat asing untuknya. Alhasil dia mencari pelarian lain agar bisa mengisi kekosongan di hatinya.

Jika kebetulan dia bertemu teman-teman yang baik, tentu itu merupakan hal bagus. Namun jika sebaliknya, kita sebagai orangtua pastinya menyesal karena gagal melindungi mereka. Oleh karena itu, sesibuk apa pun kita, upayakan untuk selalu hadir untuknya. Jadilah teman dan tempat bernaung yang bisa mereka andalkan.

  1. Berkenalan dengan teman-temannya

Meski tak bisa mengawasi setiap saat, tapi kita bisa menilai baik buruknya sang kawan secara langsung. Sebelumnya, minta buah hati untuk menceritakan sekilas mengenai teman-temannya. Pastikan kita tertarik dan terlihat excited saat mendengarkannya.

Setelah itu, ajak dia membawa teman-temannya untuk bermain ke rumah. Pastikan kita memberikan ruang yang nyaman bagi mereka, menghidangkan makanan lezat, dan mengobrol dengan santai tanpa perasaan menghakimi.

Jika mereka nyaman, ada kemungkinan mereka akan kembali hang out di rumah sehingga kita bisa mengawasi lebih mudah. Yang terpenting, jangan membuat mereka risi dengan melakukan gerak gerik mencurigakan.

  1. Dorong mereka bertemu orang baru

Anak-anak sejatinya suka bersosialisasi. Mereka ingin diterima dan diakui dalam kelompok sosial. Orangtua tentunya bisa memfasilitasi ini dengan menempatkan mereka ke berbagai komunitas dan lingkungan yang positif. Misalnya mengajak mereka berinteraksi dengan para tetangga atau mengikutsertakan mereka dalam kegiatan seru.

Jika terbiasa bertemu dan membangun pertemanan dengan banyak orang, mereka berkesempatan mengenal berbagai karakter. Dengan arahan yang tepat, mereka pun bisa menjadi lebih selektif dalam memilih teman dan punya proteksi terhadap pengaruh dari lingkungan luar.

  1. Ajak mereka berdiskusi mengenai konsekuensi dari perilaku negatif

Bak kertas kosong, anak-anak belum sepenuhnya memahami dunia di sekitar mereka. Karenanya, mereka belum mampu mengidentifikasi baik atau buruknya segala sesuatu. Bukan tidak mungkin mereka melakukan perilaku negatif sebab tak mengetahui dampaknya di masa mendatang.

Oleh karena itu, orangtua berperan untuk memberikan pemahaman bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Ajak mereka berdiskusi soal dampak buruk yang bisa menimpa mereka jika terjerumus dalam tindakan-tindakan negatif. Pastikan diskusi berjalan dengan nyaman agar mereka mau membuka pikiran dan memahami dengan baik.

  1. Ajarkan mereka untuk menolak

Sebagian besar dari kita gak mampu menolak permintaan atau ajakan orang lain. Kata “tidak” menjadi sesuatu yang sulit diucapkan. Biasanya kita merasa gak enak dan takut hubungan menjadi renggang jika menolak.

Jika hanya terjadi sekali dua kali masih bisa dimaklumi. Namun kalau berkali-kali, jelas akan merepotkan diri sendiri. Karenanya anak harus diberikan pemahaman bahwa kita tak perlu mengiyakan semua hal.

Ajarkan mereka untuk memprioritaskan diri mereka terlebih dahulu sebelum orang lain. Mereka juga perlu belajar menetapkan batasan yang jelas agar tak selalu memaksakan diri. Khususnya saat sedang tak mampu.

Sebelum mengenal dunia sekitar, orangtua perlu membekali anak dengan fondasi kuat yang bisa membentengi mereka dari pengaruh hal-hal negatif. Dengan demikian, mereka tak mudah terjerumus dalam pergaulan bebas.  (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

Ragam Manfaat Anak Diajari Berkebun

Ragam Manfaat Anak Diajari Berkebun

Akurasi.id – Salah satu kegiatan yang bisa dikenalkan kepada anak sejak kecil adalah bertanam atau berkebun. Kegiatan yang populer selama masa pandemi ini bukan cuma menyenangkan, tetapi juga punya banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak. Berikut lima keuntungan anak diajari berkebun.

  1. Mengajarkan tanggung jawab

Ketika memulai menanam benih tanaman, anak bertanggung jawab atas kehidupan tanaman tersebut. Bertanggung jawab artinya anak sadar akan kewajibannya merawat tanaman itu agar bisa tumbuh dengan baik.

Ingatkan anak untuk menyirami tanaman setiap harinya dan meletakkannya di bawah sinar matahari. Ajari mereka bahwa tanaman membutuhkan perawatan yang baik dan rutin agar bisa tumbuh dengan sempurna dan menghasilkan bunga atau buah.

  1. Belajar perkembangan tumbuhan

Salah satu yang dipelajari anak dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah adalah tentang perkembangan tumbuhan, kan? Cara terbaik untuk belajar adalah dengan praktik langsung tentunya.

Daripada anak hanya melihat gambar perkembangan tumbuhan di buku, pasti lebih menyenangkan melihat langsung tanamannya bertumbuh. Anak akan belajar bahwa benih yang dirawat dengan baik akan bertunas, kemudian muncul daun, lalu semakin tinggi, sampai akhirnya berbunga dan berbuah. Pengalaman dengan praktik langsung ini dijamin akan membuatnya paham sepenuhnya tentang perkembangan tumbuhan.

  1. Menghargai makhluk Tuhan

Dalam proses menanam, anak akan menyadari lebih dalam bahwa tumbuhan adalah sama seperti makhluk hidup lainnya seperti manusia dan hewan. Tumbuhan pun perlu diperlakukan dengan kasih sayang dan dihargai keberadaannya.

Sama halnya dengan hewan yang perlu diberi makan, tumbuhan juga perlu diberi air dan pupuk. Hewan senang dielus dan disayang, tumbuhan pun demikian. Ajari anak untuk tidak menyakiti tumbuhan dengan memotong batangnya atau mencabut bunganya. Keberadaannya juga harus dihargai karena tumbuhan punya banyak manfaat untuk lingkungan.

  1. Menghargai makanan

Anak sering diajari untuk menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Terkadang, jika ada nasi yang tersisa, orangtua biasanya mengingatkan kalau petani sudah susah payah menanam padinya dan akan sedih kalau tahu nasi dari padi itu akan dibuang.

Nah, kalau anak belajar menanam bahan makanan sendiri, dia akan merasakan kesedihan yang sama kalau makanan dari hasil menanamnya berakhir di tempat sampah. Sebab anak sudah merasakan susahnya merawat dan menumbuhkan tanaman itu, seharusnya dia akan lebih menghargai makanan.

  1. Meningkatkan rasa percaya diri

Apa hubungannya berkebun dengan percaya diri? Bertanam sama halnya seperti kegiatan lainnya kok. Ketika mereka bermain puzzle dan berhasil menyelesaikannya, anak akan merasa bangga dengan dirinya, kan? Apalagi orangtua juga mendukung dan memuji keberhasilannya.

Demikian juga bertanam. Setelah proses merawat yang butuh waktu berminggu-minggu, lalu menjaganya dari gangguan hewan lain seperti tikus atau kucing, kemudian bersabar menunggu sampai waktu panen. Ini akan menumbuhkan rasa puas dalam diri anak ketika dia akhirnya berhasil menuai apa yang dia tanam. Rasa bangga bahwa dia telah berhasil melewati prosesnya akan membuatnya semakin percaya diri.

Jika ingin anak diajari berkebun, pilihlah tanaman yang waktu panennya tidak terlalu lama. Untuk anak yang lebih muda, bisa dimulai dari tanaman yang sudah hampir berbunga atau berbuah.

Anak di bawah 5 tahun bisa mulai dari menyiram tanaman dulu sambil diedukasi bahwa tanaman pun perlu dirawat dengan kasih sayang. Selamat berkebun! (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

5 Tips Anak Gemar Membaca, Teruntuk Orangtua

5 Tips Anak Gemar Membaca, Teruntuk Orangtua

Akurasi.id – Sudah semestinya setiap orangtua harus menanam kebiasaan baik kepada anak-anaknya sedini mungkin. Salah satu kebiasaan paling umum yang orangtua ingin terapkan kepada anaknya adalah kegemaran membaca. Hal ini tentunya merupakan sebuah tantangan besar mengingat saat ini anak-anak cenderung lebih tertarik dengan perangkat gawai seperti televisi, smartphone, atau tablet. Mau tahu tips anak gemar membaca?

Proses penerapannya juga tidak sesederhana menyuruh anak agar membaca banyak buku. Perlu banyak usaha dan dedikasi agar kebiasaan ini dapat benar-benar terwujud. Berikut ini adalah beberapa tips anak gemar membaca.

  1. Usahakan fasilitasi buku dan ruang membaca di rumah

Sudah bukan rahasia lagi jika fasilitas yang kita miliki belum mendukung para pembaca. Fasilitas perpustakaan yang tersedia juga belum bisa kita andalkan. Untuk itu, kamu perlu menyediakan koleksi buku-buku di rumah. Pastikan buku-buku yang kita miliki adalah buku yang tidak hanya edukatif tapi juga menyenangkan untuk dibaca oleh anak.

Agar anak makin semangat membaca, sisihkan ruang di rumah sebagai reading book. Jika tidak memiliki ruangan kosong yang tersedia, kamu bisa memilih salah satu sudut ruangan untuk menyimpan rak buku dan sofa empuk yang nyaman. Jangan ragu untuk mendekorasinya dengan berbagai tema seperti pantai tropis, bajak laut, atau sekolah sihir agar anak makin betah.

  1. Luangkan waktu untuk membaca bersama anak

Meski lelah seharian bekerja dan mengurus rumah, kegiatan membaca bersama anak merupakan tips utama agar anak memiliki ketertarikan membaca. Bacakan buku yang membuat anak tertarik, baik itu komik, dongeng, atau novel pendek. Waktu yang paling ideal adalah dengan membacakannya selama 10-15 menit sebelum tidur.

Selain itu, tidak ada salahnya membaca buku dengan lantang meskipun saat anak tidak memerlukannya. Dilansir dari Parents, Dr. Carlsson-Paige menuturkan bahwa kebiasaan membaca buku secara lantang memiliki beragam manfaat, mulai dari edukasional hingga sosial. Dengan mengenal beragam dan banyak jenis cerita, anak akan menemukan kisah terbaik dan yang paling ia sukai.

  1. Jadikan diri kita sebagai role model

Ada pepatah yang mengatakan ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’ untuk itu orangtua harus menjadi role model yang baik bagi anaknya. Anak akan semakin tertarik dan menyukai membaca jika kita juga menyukai dan memiliki kebiasaan membaca.

Untuk itu, kita perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk membaca buku di waktu luang ketimbang berlama-lama menggunakan perangkat gawai untuk berselancar di internet, menonton TV, atau endlessly scrolling di media sosial.

Mungkin hal ini cukup berat karena kebiasaan tersebut jauh lebih mudah untuk dilakukan. Tapi jika kita terlalu sering melakukannya, anak juga akan melihat dan tentunya meniru kebiasaan tersebut.

  1. Ikut membaca buku yang anak sukai

Saat anak sudah mulai menyukai membaca, perhatikan dan tandai buku-buka apa saja yang mereka sukai lalu bacalah buku-buku tersebut. Hal ini dilakukan agar kamu mengetahui hal-hal apa saja yang membuat anak tertarik.

Hal ini juga dapat mempererat hubunganmu dengan sang anak. Kamu dapat dengan mudah ngobrol santai mengenai cerita-cerita yang telah anak baca. Kamu juga bisa melakukan diskusi atau kuis mengenai bacaan-bacaan tersebut.

  1. Variasikan sumber bacaan untuk anak

Selain membaca buku cerita atau buku edukasi, kamu juga dapat memvariasikan sumber bacaan seperti majalah, komik, atau buku audio. Meski sudah cukup sulit temui, majalah membuat informasi dan topik-topik terkini berharga dan menarik untuk diikuti. Jika kamu sering mendengarkan audio saat mengendarai mobil bersama anak, tidak ada salahnya untuk mengganti radio atau musik menjadi buku audio.

Mendorong anak agar gemar membaca memang tidak mudah. Banyak sekali hal-hal yang perlu disiapkan dan harus dilakukan agar hal tersebut dapat terwujud. Namun kegiatan  membaca yang dibiasakan sejak dini bukan hanya bermanfaat untuk fungsi kognitif anak, tapi juga mengembangkan imajinasi, kreativitas, serta hubungan antara anak dan orangtua. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

Tips Adil pada Anak agar Tak Ada yang Merasa Tersisihkan

Tips Adil pada Anak agar Tak Ada yang Merasa Tersisihkan

Akurasi.idMendidik si kecil merupakan tugas orangtua. Hendaknya kamu dan pasangan dapat bekerja sama menciptakan suasana rumah yang nyaman dan menyenangkan. Jangan sampai ada anak yang merasa kurang diperhatikan. Karenanya kita perlu tahu bagaimana tips adil pada anak.

Jika sampai terjadi demikian, kamu perlu melakukan evaluasi terhadap keluargamu. Setelah itu, mulailah belajar untuk membenahi hubunganmu dengan anak-anakmu agar gak ada yang merasa tersisihkan. Bagaimana tips adil pada anak? Begini caranya!

  1. Hindari membanding-bandingkan satu anak dengan yang lainnya

Apakah selama ini kamu kerap membanding-bandingkan anak-anakmu? Jika iya, mulailah berhenti sedari sekarang karena tindakanmu itu dapat mengganggu perkembangan mental mereka.

Anak yang terbiasa kamu tinggi-tinggikan boleh jadi kelak tumbuh menjadi seseorang yang sombong dan sulit menerima kelebihan orang lain. Sebaliknya, anak yang kamu pandang sebelah mata perlahan akan sering merasa insecure lantaran kurang percaya diri.

  1. Membuat peraturan yang berlaku bagi semua anak

Terkadang, ketegasan juga diperlukan dalam mendidik seorang anak. Salah satunya yaitu dengan membuat peraturan yang harus dipatuhi semua anggota keluarga. Jadi, gak ada anak yang merasa diunggulkan atau tersisihkan.

Sampaikan pada mereka apa saja yang boleh dan gak boleh dilakukan ketika berinteraksi dengan orang lain. Misalnya gak boleh berbohong, berkata jelek, dan merendahkan orang lain.

  1. Beri perhatian anak sesuai dengan karakter mereka

Bentuk kasih sayang kepada anak gak harus sama satu sama lain. Amatilah karakternya sehingga kamu bisa memberi perhatian sesuai porsi yang mereka butuhkan.

Anak yang memiliki pembawaan cuek biasanya malah merasa kurang nyaman jika terlalu diperhatikan. Sebaliknya, ada juga anak yang ingin selalu ingin disayangi dan menjadi pusat perhatian.

  1. Jangan sampai mengunggulkan satu anak karena kelebihannya

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Gak semua dari mereka menonjol di bidang akademik. Ada juga yang pandai bersosialisasi atau memiliki rasa empati tinggi.

Jangan sampai kamu mengunggulkan salah satunya. Karena, tindakanmu ini dapat menimbulkan kecemburuan serta menyakiti hati anak-anakmu yang lain.

  1. Biasakan diri mengapresiasi anak-anakmu

Memberi penghargaan anak gak harus menunggu mereka mendapat prestasi terlebih dahulu. Pujilah mereka setiap kali melakukan hal-hal positif, seperti ketika berkata sopan, menghormati orang tua, dan menyayangi saudaranya.

Walau sederhana, kebiasaanmu ini dapat mempengaruhi cara pandang dan mental si buah hati. Kelak, anakmu juga akan mudah mengapresiasi orang lain serta memperlakukan mereka dengan baik.

Nah, sudah tahu kan apa saja yang perlu kamu lakukan biar anak-anakmu merasa disayangi dan gak ada yang terabaikan? Semoga uraian di atas dapat menjadi renungan agar keluargamu semakin harmonis. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

Tips Memotivasi Anak Mengejar Impiannya

Tips Memotivasi Anak Mengejar Impiannya

Akurasi.id – Cita-cita merupakan impian masa depan yang selalu dimiliki oleh setiap anak-anak. Sejak kecil biasanya cita-cita yang dimiliki sangat beragam dan mungkin cenderung berubah-ubah. Berikut tips memotivasi anak mengejar cita-citanya.

Meskipun kadang kala anak-anak belum memahami esensi dari cita-cita, orangtua dapat mengajarkan pentingnya mengejar hal tersebut untuk masa depan yang lebih baik. Orangtua dapat membantu meningkatkan keinginan anak dalam mengejar cita-citanya dengan beberapa tips memotivasi anak yang berikut ini.

  1. Dengarkan apa yang anak inginkan

Selain sebagai orangtua, tentunya kamu juga memiliki peran penting untuk bersikap layaknya sahabat terbaik bagi anak. Dengan cara demikian, kamu dapat mendengarkan segala keinginan anak.

Melalui keinginan yang anak idamkan, orangtua dapat membantu mengarahkannya dengan baik. Dengan demikian, mereka jadi memiliki kesempatan untuk dapat mengejar impiannya sebaik mungkin.

  1. Membantu anak memfokuskan potensinya

Setiap anak biasanya cenderung memiliki potensi yang berbeda-beda. Kadang kala potensi tersebut bahkan sudah dapat terlihat sejak anak kecil sehingga orangtua dapat melihatnya dengan cermat.

Dengan memahami apa potensi anak, nantinya orangtua dapat membantu memfokuskan potensi tersebut. Cara tersebut akan membantu anak dalam memperoleh cita-citanya kelak.

  1. Mengajarkan ketekunan pada anak

CIta-cita dan impian dari anak-anak juga harus diseimbangkan dengan prosesnya. Kadang kala anak belum mampu memahami proses tersebut sehingga bisa saja cenderung mudah menyerah saat menemui hambatan.

Itulah yang kemudian membuat orangtua perlu mengajarkan ketekunan pada anak. Melalui cara yang tepat, anak dapat memahami pentingnya proses dan dapat menghargai proses tersebut.

  1. Meminta anak untuk menentukan tujuan dari cita-citanya

Anak-anak biasanya memiliki cita-cita yang ingin dicapai, namun sedikit yang memahami apa tujuan dari memiliki cita-cita tersebut. Kebanyakan hanya menjawabnya tanpa pertimbangan sebab anak-anak memang belum terlalu memahami hal tersebut.

Tidak heran bila kemudian orangtua harus dapat meminta dan membimbing anaknya untuk memahami tujuan dari cita-cita. Tak hanya sebatas untuk memperoleh materi semata, namun juga agar kelak dapat berguna bagi banyak orang.

  1. Meningkatkan kepercayaan dirinya

Tidak semua anak dianugerahi kepercayaan diri yang tinggi. Sebagian lainnya bahkan mengalami kesulitan untuk dapat percaya pada kemampuan dirinya sendiri.

Tentu saja orangtua memiliki peran besar dalam menentukan kepercayaan diri anak. Temukan cara yang terbaik agar anak kelak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

Dengan menanamkan cara-cara terbaik dalam mendidik anak, kelak anak dapat mencapai cita-citanya dengan sebaik mungkin. Ketahui potensinya, ya! (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com