5 Tanda Bayi Cukup ASI

5 Tanda Bayi Cukup ASI

Akurasi.id – Posisi menyusui, pelekatan, dan langkah menyusui yang tepat mengoptimalkan pemberian ASI pada si kecil. Risiko permasalahan seperti puting lecet dan bendungan ASI pada payudara bisa dihindari jika teknik menyusui benar. Sering sekali timbul pertanyaan ketika awal menyusui, apakah bayi kenyang dan cukup nutrisi? Bagaimana tanda bayi cukup ASI?

Lalu, bagaimana cara mengetahui tanda bayi cukup ASI? Kini terangkum dalam ulasan berikut, yuk simak bersama.

  1. Frekuensi buang air kecil (BAK) 

Asupan ASI yang cukup dapat dilihat dari jumlah buang air kecil (BAK). Ibu perlu sering mengecek popok bayi. Frekuensi BAK bayi dengan kriteria minimal 6x/hari. Penggunaan popok kain lebih disarankan dibanding popok sekali pakai (diapers). Jika memakai popok kain, kita bisa dengan mudah mengetahui bayi pipis atau tidak.

  1. Berat badan bayi bertambah 

Bayi menerima asupan nutrisi cukup kenaikan sesuai dengan grafik pertumbuhan tiap bulannya. Selama dua minggu setelah kelahiran berat badan bayi turun. Elly Dwi Wahyuni dalam Buku Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui menjelaskan penurunan berat badan bayi disebabkan proses adaptasi dan penurunan cairan dalam jaringan. Perlu digaris bawahi penurunan tidak boleh lebih dari 10 persen dari berat badan ketika lahir.

  1. Tertidur setelah minum ASI 

Bayi lebih tenang, nyaman, dan bisa tertidur pulas setelah meminum ASI. Kandungan nutrisi yang didapatkan pada ASI membuat bayi kenyang dan tidak gelisah. Penelitian pada Jurnal Kesehatan Masyarakat menyebutkan bayi rewel dan menangis ketika asupan ASI kurang. Tetapi, jika ASI yang diminum cukup membuat bayi terlelap dengan nyenyak.

READ  Viral Video Nia-Ardi Makan di Resto, Balai Rehab Buka Suara
  1. Keadaan payudara ibu 

Pebedaan kondisi payudara sebelum dan sesudah menyusui menjadi salah satu tanda cukup ASI. Sebelum pemberian ASI, payudara terasa penuh dan padat. Namun, keadaan payudara setelah menyusui volumenya berkurang dan lebih lembek karena ASI telah diminum si kecil. Ibu perlu mengamati tingkah laku dan posisi perlekatan bayi saat menyusui, hal ini bertujuan mengetahui bayi bisa menghisap ASI dengan baik.

  1. Keadaan BAB bayi 

Warna dan banyaknya buang air besar (BAB) pada bayi mudah dikenali sebagai indikator kecukupan ASI. Pada hari pertama dan kedua bayi dengan feses berwarna hitam/hijau tua (meconium). Setelah hari ketiga, frekuensi BAB minimal satu kali dengan warna kuning.

Itulah, beberapa tanda bayi cukup ASI. Apabila si kecil tidak mengalami tanda cukup ASI, mungkin perlu dikaji teknik menyusui bayi dengan tepat. Pastikan sebelum menyusui, cuci tangan untuk mencegah penularan kuman dan tetap bersih. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: IDNtimes.com

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.