M-Shape, Teknik Gendong Bayi yang Dinilai Lebih Aman, Ini Faktanya

M-Shape, Teknik Gendong Bayi yang Dinilai Lebih Aman, Ini Faktanya

Akurasi.id – Pastinya setiap ibu ingin buah hatinya merasa nyaman dan aman, bahkan ketika dalam gendongan sekalipun. Lalu, cara menggendong yang salah, ternyata dapat berakibat fatal pada pertumbuhan tulang kaki bayi. Karenanya orang tua perlu tahu teknik gendong bayi yang tepat.

International Hip Dysplasia Institute sangat menyarankan menggendong bayi dengan posisi M-Shape untuk kesehatan tulang pinggul dan kaki bayi.

Disebut M-Shape karena posisi ini membuat posisi pinggul terletak lebih rendah dibandingkan kaki ketika duduk sehingga apabila dilihat akan menyerupai huruf M.

Dinilai lebih baik, mari kita mengenal lebih dalam mengenai teknik gendong bayi M-Shape, yuk!

  1. M-Shape merupakan posisi alamiah bayi

Secara fisiologis kaki bayi mempunyai posisi merekah keluar dan tidak lurus seperti kaki milik orang dewasa. Namun tenang saja, kondisi tersebut hanya bertahan pada bulan-bulan pertama kelahiran saja. Lambat laun bayi akan belajar merangkak, melangkah, hingga akhirnya kaki menjadi lurus dan benar-benar kuat untuk menopang tubuhnya berjalan.

Oleh karena itu, menggendong bayi dengan posisi M-Shape sangat dianjurkan karena posisi ini mengikuti bentuk kaki bayi yang masih beradaptasi. Manfaat lainnya adalah pada saat bayi digendong sambil menghadap ibunya, bayi dapat menggenggam tubuh ibu menggunakan otot paha bagian dalam sehingga menghasilkan kekuatan yang bagus untuk perkembangan pinggul.

  1. Gendongan bayi yang cocok untuk posisi M-Shape

Menimang bayi baru lahir tentu akan berbeda dengan bayi berusia beberapa bulan. Perlu diperhatikan gendongan yang memiliki penyangga leher. Cari gendongan yang cocok untuk kenyamanan bayi baru lahir, terutama bagi yang belum mampu menegakkan kepalanya.

Sebaiknya pertimbangkan kebutuhan bayi ketika akan memilih baby carrier, karena saat ini harga pasaran gendongan bayi tersebut masih cukup tinggi. Namun adapun alternatif yang bisa digunakan yaitu dengan menggunakan kain jarik dengan disimpul sedemikian rupa.

  1. Posisi M-Shape yang baik dan benar

Bayi akan merasa nyaman dan aman ketika kain jarik atau baby carrier yang digunakannya dipasang erat, sehingga membuatnya merasa dipeluk. Pastikan kepala bayi tidak tenggelam dalam gendongan untuk mencegahnya kekurangan udara. Jarak yang ideal adalah kepala bayi masih dapat ibu jangkau untuk dikecup.

READ  Stres Bisa Pengaruhi Produksi ASI Ibu Menyusui!
  1. Hal yang harus diperhatikan ketika membawa bayi dengan menghadap ke depan

Beberapa bayi menyukai ketika digendong ke arah depan sehingga dapat melihat objek-objek menarik di sekitarnya. Namun ada hal yang harus diwaspadai ketika menggunakan posisi ini. Seperti yang ada di bawah ini:

  • Posisi ini tidak menopang kaki bayi
  • Menyulitkan pemakainya karena berat bayi condong ke arah depan
  • Menstimulasi gerak bayi secara berlebihan
  • Tidak menopang kepala atau leher yang dapat menyebabkan asfiksia posisional
  • Sulit untuk membuat bayi tetap hangat
  • Sulit untuk menanggapi isyarat bayi
  • Bayi tidak dapat berpegangan
  • Dalam waktu lama dapat membuat punggung yang menggendong bungkuk
  1. M-Shape memberikan kedekatan ibu yang membuat bayi tenang

Kedekatan hati ke hati yang tercipta pada saat menggendong menghadap ke ibu membuat bayi tenang. Karena pandangan bayi hanya tertuju pada wajah orangtuanya yang memberikan rasa aman.

Ini jauh lebih baik ketimbang bayi menghadap dunia luar yang asing. Namun ini akan berubah seiring usia, sehingga menggendong menghadap ke dalam lebih baik diaplikasikan di tahun pertama usia bayi.

Sekarang, jangan keliru lagi, ya, ketika akan menggendong bayi. Semoga cara ini bisa mendekatkan kamu dengan si bayi. Happy parenting! (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *