Posisi Tidur Bayi yang Benar: Terlentang, Tengkurap, atau Miring?

Posisi Tidur Bayi yang Benar: Terlentang, Tengkurap, atau Miring?

Akurasi.id – Posisi tidur bayi yang benar ternyata mampu menyelamatkan Si Kecil dari risiko yang membahayakan. Seringkali beberapa orang tua membiarkan bayinya tidur dengan posisi yang sering berubah-ubah, seperti miring bahkan tengkurap, untuk menghindari kekhawatiran bentuk kepalanya akan peyang. Padahal, ada beberapa posisi tidur bayi yang justru tidak aman dan menyebabkan kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Lantas, apa saja posisi tidur yang memicu SIDS? Dilansir dari laman sehatq.com, Selasa (17/08/2021).

Posisi tidur bayi yang berbahaya

Ada beberapa posisi tidur bayi yang bisa memicu SIDS atau gangguan kesehatan lainnya, yaitu:

  1. Bayi tidur miring

Tidur miring bukanlah posisi tidur yang baik untuk bayi. Dikutip dari riset terbitan American Academy of Pediatrics, bayi tidur miring meningkatkan risiko bayi baru lahir hingga usia 1 tahun mengalami meninggal mendadak.Tidur dalam posisi miring juga membuat bayi mudah berguling sehingga posisi perut bayi berada di bawah. Kondisi ini menyebabkan jalur napas terhalang dan membuat bayi kesulitan bernapas. Bahkan, posisi tidur miring membuat bayi menghirup kembali udara yang sudah diembuskan sehingga ia mungkin jadi kekurangan oksigen dan udara segar.Selain itu, posisi tidur bayi yang miring juga meningkatkan risiko tortikolis atau nyeri leher sehingga kepala miring ke bawah.Bayi yang mengalami tortikolis cenderung tidur di posisi miring agar lebih mengurangi rasa sakit. Padahal, tidur miring berbahaya bagi bayi.

  1. Bayi tidur tengkurap

Posisi tidur bayi yang satu ini bahkan menjadi posisi utama penyebab bayi meninggal mendadak. Dikutip dari riset terbitan The American Academy of Family Physicians, tidur tengkurap meningkatkan risikonya mengalami kesulitan bernapas. Bila kesulitan bernapas, bayi akan kesulitan mendapat oksigen dan meningkatkan risiko keracunan karbondioksida. Kondisi ini disebut dengan hiperkapnia.Secara umum, hindarilah memosisikan bayi tidur dalam keadaan tengkurap hingga ia berusia 1 tahun.Sebab terutama pada usia 4-6 bulan, bayi masih belajar untuk berguling. Jadi, ada kemungkinan ia berada di posisi tengkurap yang berbahaya baginya.Selain itu, dikutip dari riset terbitan Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, ada pula risiko bayi mengalami kesulitan mengangkat dan memutar kepalanya dari posisi tengkurap.Jadi, jalur napasnya pun terhalang sehingga ia kesulitan bernapas dan meninggal mendadak.

READ  Pahami Kapasitas Lambung Bayi Baru Lahir dan Kebutuhan Nutrisinya

Posisi tidur bayi yang baik

Lantas, apa posisi tidur yang baik untuk bayi? Jawabannya adalah dengan membuat bayi tidur terlentang.Hal ini dikarenakan saat terlentang, posisi kepala bayi saat tidur tidak terhalang apa pun sehingga membuatnya bisa bernapas dengan mudah.Oleh karena itu, terlentang merupakan posisi tidur yang baik untuk bayi karena terbukti mampu mengurangi risiko kematian mendadak akibat hambatan pada pernapasannya.

Bahkan, riset dari JAMA Network menemukan bahwa jumlah kasus SIDS berkurang lebih dari 50% khususnya di negara-negara yang mengedukasi para orangtuanya untuk menidurkan bayi di posisi telentang.Bila Anda khawatir bayi akan tersedak akibat liur saat tidur, Anda tidak perlu khawatir. Posisi terlentang merupakan posisi tidur yang nyaman untuk bayi.Tubuh dan refleks muntah mampu mencegah bayi tersedak saat bayi tidur terlentang. Jadi, Anda tidak perlu khawatir untuk menjaga posisi tidur yang baik untuk bayi yang satu ini.

Hal yang harus diperhatikan saat bayi tidur

READ  4 Tips Siapkan MPASI yang Tidak Bikin Bayi Tersedak

Tidak hanya posisi tidur bayi, ada beberapa hal yang harus Anda cermati setiap kali Si Kecil tidur agar terhindar dari SIDS. Apa saja itu? Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun telah merangkumnya menjadi beberapa poin penting.

  1. Menyingkirkan semua barang-barang di kasur bayi

Saat meletakkan bayi di kasurnya, pastikan kasurnya benar-benar kosong. Singkirkan mainan, bantal, hingga selimut sebelum bayi tidur.Beberapa orang tua mungkin akan memberikan selimut atau seprai yang tebal agar bayi tetap hangat saat tidur. Namun, hal ini justru berisiko membuat bayi kepanasan hingga meninggal mendadak.Untuk itu, sebaiknya Anda memberikan piyama bayi atau pakaian sambung bayi dengan penutup telapak kaki agar tetap hangat.Bahkan, riset berbeda dari American Academy of Pediatrics menemukan bahwa 34 persen kematian bayi mendadak pun terjadi akibat selimut yang menghalangi jalur pernapasan bayi.

  1. Gunakan kasur yang padat dan datar
READ  Begini Cara Melatih Mental Anak agar Jadi Pemberani

Bila kasur yang lembut dan empuk akan memberikan kenyamanan untuk bayi, rupanya hal ini keliru. Permukaan kasur yang lembut dan empuk justru meningkatkan risiko SIDS.Permukaan kasur yang padat dan kokoh mampu mempertahankan posisi tidur bayi agar tetap terlentang sehingga tidak merosot dan mengurangi risiko tidur miring atau tengkurap.Kasur empuk justru membuat kasur tertekuk mengikuti bentuk tubuh bayi sehingga lekukannya mengganggu saluran pernapasan bayi.Selain itu, jangan gunakan car seat, kereta dorong, gendongan, atau ayunan bayi untuk pengganti kasur, terutama bila ia berusia 4 bulan ke bawah.Gendongan bayi membuat kepala dan wajah bayi rawan menghadap ke bawah sehingga menghalangi napasnya.Sementara itu, bila car seat diletakkan selain di mobil, permukaanya menjadi tidak stabil dan efeknya membuat posisi bayi merosot atau lehernya tertekuk.

  1. Pastikan bayi berada di kasur yang terpisah, tapi masih sekamar dengan orang tua

Untuk memantau posisi tidur bayi yang baik, sebaiknya Anda satu kamar dengan Si Kecil. Bila berada dalam pemantauan, risiko posisi tidur bayi tengkurap akan berkurang.Pastikan posisi kasur bayi bisa Anda jangkau dengan mudah. Jadi, Anda juga bisa memantau, menyusui, dan menenangkan Si Kecil tanpa hambatanNamun, sebaiknya ia berada di kasur yang terpisah dengan Anda. Sebab, bila ia tidur di kasur yang sama dengan Anda, hal ini justru meningkatkan risiko SIDS hingga 50 persen.Bahkan, bila sekasur dengan orang tuanya, risiko bayi meninggal akibat tertindih mencapai 47%.

Catatan

READ  Manfaat Positif Bila Kamu Rajin Menggunakan Masker Wajah

Posisi tidur bayi yang paling aman adalah posisi terlentang. Posisi tidur ini mampu menghindari bayi kesulitan bernapas dan mencegah risiko kematian mendadak atau SIDS.Lantas, bagaimana dengan risiko kepala bayi peyang bila posisi kepala bayi saat tidur terlentang? Anda tidak perlu khawatir karena ini bisa dicegah, caranya:

  • Ubah posisi tidur bayi, bukan dibuat menjadi miring atau tengkurap, tetapi pastikan posisi kepala dan kaki bayi saat terlentang selalu di tempat yang berbeda. Anda juga bisa mengubah posisi kepala bayi sedikit ke kanan atau ke kiri setiap 1-2 jam
  • Gendong bayi saat tidak tidur agar kepala tidak bersender dalam waktu yang lama.
  • Lakukan tummy time atau berlatih tengkurap dengan dada, kepala dan leher diangkat. Ini pun memperkuat otot bayi
  • Awasi bayi anda walaupun ia sedang tidur. (*)

 

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *