Review Film Nussa: Prestasi Studio Animasi Lokal

Review Film Nussa: Prestasi Studio Animasi Lokal

Akurasi.id – Film Nussa yang populer karena serial animasinya di kanal YouTube, kini hadir sebagai film animasi panjang berdurasi 1 jam 47 menit. Masih digarap oleh studio Little Giantz, dengan Bony Wirasmono sebagai sutradara dan Ryan Adriandhy sebagai produser, Nussa “the movie” menceritakan kisah baru, stand alone, yang belum pernah dieksplor di serial Youtubenya. Merupakan prestasi studio animasi lokal.

Dilansir dari kumparan.com, Jumat (15/10/2021), Nussa sukses membawa animasi Indonesia ke tingkat baru, baik dari kualitas animasi maupun story. Merupakan prestasi studio animasi lokal. Animasinya vibrant dan joyful, mempertahankan feel yang ada di serialnya. Sementara itu, kisahnya sarat pesan moral yang halus, universal, dan tidak judgmental sehingga relevan bagi penonton dari kelompok usia apapun, mau boomer, millennial, ataupun gen-z.

Seperti titlenya, film ini berfokus pada Nussa (Muzakki Ramadhan), bocah 9 tahun yang berambisi mempertahankan gelar juara Science Fair untuk membanggakan keluarganya. Ambisi itu menemui halangan ketika Joni (Ali Fikry) hadir ke lingkaran pertemanan Nussa.

Hadir sebagai murid baru, Joni dengan cepat menarik perhatiaan dari Nussa yang selama ini dianggap jenius di sekolahnya. Bak kombinasi Dekisugi dan Suneo di Doraemon, Joni adalah anak yang tampan, pintar, kreatif, dan kaya raya. Kekayaan keluarganya memungkinkan ia membangun roket yang lebih canggih, modern, melebihi roket Nussa yang dibuat dari bahan daur ulang.

Ujian dan rintangan silih berganti menghampiri Nussa sejak Joni datiang. Hal itu mulai dari eksperimen roketnya yang selalu gagal, ditinggal ayahnya pergi bekerja ke luar negeri, hingga rivalitasnya dengan Joni. Puncaknya, Nussa “meledak” ketika mengetahui ayahnya tidak bisa pulang ke Indonesia, mendampinginya dalam Science Fair yang begitu penting untuknya.

Perlu diakui, secara kualitas animasi, Nussa jelas kalah jauh jika dibandingkan dengan produk animasi dari Pixar, Studio Ghibli, Illumination, atau bahkan gaya animasi baru dari Sony Pictures. Walau begitu, untuk level Indonesia, hasil kerja keras tim Little Giantz dan Visinema patut dipuji. Kualitas animasinya yang vibrant, joyful konsisten terjagada dari awal sampai akhir. Konsistensi bukan perkara gampang dan sutaradara Bony Wirasmono menyebutnya berkat kerja keras 130 animator lokal.

Kekuatan utama Nussa The Movie ada pada kisahnya. Bersetting Ramadhan, kisah Nussa mengajak penonton mengeksplorasi konsep ikhlas, sabar, dan kompetisi dari perspektif anak-anak. Rivalitas dengan Joni plus ketiadaan bapaknya membuat Nussa meradang. Nussa tahu dirinya kalah popular, kalah pintar, dan kalah canggih, namun sutradara Bony Wirasmono dengan apik memperlihatkan bagaimana Nussa harus belajar melihat hal itu bukan sebagai ancaman dan meluapkan kemarahannya kepada hal lain, tetapi kesempatan bagi dirinya untuk berkembang.

READ  Daftar Film Kevin Hart untuk Menghibur Kamu

Kisah itu terbentuk penokohan yang apik juga. Rara (Ocean Fajar), adik Nussa, karakternya sengaja dibuat menggemaskan dan kerap memecah tawa dengan tingkah konyolnya untuk menjaga filmnya tetap bersahabat untuk anak-anak. Abba (Alex Abbad) dan Umma (Fenita Arie), orang tua Nussa, hadir sebagai voice of reason bagi Nussa di kala suka maupun duka. Joni, yang hadir sebagai “antagonis” dari Nussa, pun hadir sebagai karakter yang lebih kompleks, tidak one dimensional seperti perkiraan.

Overall, meskipun film Nussa di paruh pertama terasa flat dan butuh penyesuaian bagi yang belum pernah menyaksikan serialnya di youtube, kualitasnya secara gradual terus naik seiring berjalannya cerita lewat pengembangan konflik serta karakter yang apik. Siap-siap saja menitikkan air mata di paruh kedua film.

Tidak berlebihan menyebut film Nussa sebagai salah satu film animasi karya anak bangsa yang terbaik saat ini. Seperti roket yang diciptakan Nussa, harapannya film animasi ini bisa terbang meluncurkan nama industry animasi Indonesia ke mata dunia dan membawa potensi besar di bidang perfilman animasi yang tak boleh dipandang sebelah mata lagi.

Film Nussa yang bertabur bintang mulai dari Raisa Andrianda, Dewi Sandra, Hamka Siregar, Opie Kumis, Imam Darto, Fenita Arie hingga Alex Abbad ini tayang perdana mulai 14 Oktober 2021 di seluruh bioskop tanah air. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *