Review Marriage: Balada Pasutri Menjelang Perceraian

Review Marriage: Balada Pasutri Menjelang Perceraian

Akurasi.id – Film percintaan tentang sepasang kekasih mungkin sudah biasa, dan biasanya berakhir dengan bahagia. Namun, kalau film tentang perceraian? Nampaknya masih jarang bisa kita simak apalagi di Indonesia. Nah, baru-baru ini KlikFilm merilis film Indonesia terbaru berjudul Marriage, sebuah film yang menggambarkan kisah hidup rumah tangga yang diambang perceraian atau balada pasutri menjelang perceraian.

Dengan bumbu konflik yang cukup pelik, film ini sanggup berkembang dengan segala pertikaian rumah tangga yang menarik untuk diikuti. Penasaran? Simak review kisah balada pasutri menjelang perceraian. Dilansir dari kincir.com, Sabtu (04/09/2021).

Balada Pasutri Menjelang Perceraian

Pernikahan Vika (Anastasia Herzigova) dan Mirza (Ge Pamungkas) nampaknya tidak bisa dipertahankan kembali. Keduanya nyaris sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan baik. Prasangka masing-masing kepala sudah terlalu keruh untuk jernihkan. Sebab itu, keduanya memutuskan untuk bercerai.

Dalam menunggu proses perceraian, Mirza dan Vika mengalami pengalaman yang mirip: bertemu dengan orang baru yang bikin mereka jatuh hati lagi. Vika bertemu dengan Rio, seorang pengacara sukses yang tampan. Sementara Mirza bertemu dengan Dara, mantannya waktu SMA yang begitu pengertian. Keduanya hanyut dalam perasaan cinta yang baru.

Nah, apakah Mirza dan Vika akhirnya jadi bercerai? Apakah mungkin hubungan mereka masih bisa diselamatkan? Kamu akan tahu jawabannya dalam film Marriage.

Mengingatkan pada Film Marriage Story

READ  6 Scrub Alami untuk Perawatan Kulit Belang

Pada 2019, Netflix pernah rilis film berjudul Marriage Story yang dibintangi Scarlett Johansson dan Adam Driver. Sepanjang film tersebut kita hanya disuguhkan tentang debat dan pertikaian. Nah, film Marriage ini mengingatkan kita pada Marriage Story. Bahkan, bisa jadi memang terinspirasi dari film tersebut.

Bedanya, pengembangan cerita film Marriage lebih lokal. Seperti hubungan dekat antara menantu dan mertua, atau Mirza yang terus dinasehati teman dekatnya agar berpikir ulang soal perceraian. Lalu, Vika yang berulang kali ditanyakan tentang keseriusan perceraian oleh sahabatnya.

Hal-hal tersebut mungkin lumrah ditemukan di Indonesia. Mengingat pendapat-pendapat dari orang terdekat begitu bisa memengaruhi keputusan seseorang.

READ  Penggemar Gradient Lips! Perhatikan 5 Aturan Ini ya

Sentuhan Komedi yang Tanggung

Film ini dibintangi oleh sejumlah komika, seperti Ge Pamungkas, Indra Jegel, dan Mamat Alkatiri. Maka tak heran jika punya selipan komedi. Sayangnya, hal itu jadi membuat bias cerita yang sudah terbangun tegang dan seru. Selipan komedinya jadi nanggung. Padahal premis ceritanya menarik dengan dua tokoh yang karakternya lumayan mengikat.

Film ini disutradarai oleh Danial Rifki. Sepanjang film, kita disuguhkan dengan sinematografi yang cukup baik. Lagu “Ku Kira Kau Rumah” dari Amigdala yang dipakai juga terasa begitu tepat. Apalagi, Danial menaruhnya di adegan-adegan yang memang perlu sentuhan penguat.

Akting Ge Pamungkas dan Anastasia Herzigova

Selain itu, sutradara kelahiran 1982 itu juga berhasil mengeluarkan emosi Ge Pamungkas dan Kiku. Keduanya adalah sepasang suami istri di dunia nyata, tapi Ge dan Kiku berhasil terlihat benar-benar saling bermusuhan dengan amarah yang begitu kencang.

READ  5 Fashion Designer Korea Favorit Para Artis

Sayangnya, karakter Mirza yang diceritakan sebagai seorang psikiater dirasa tak terlalu kuat. Mirza lebih terasa seperti mahasiswa yang baru lulus, kemudian menikah ketimbang sebagai ahli medis kesehatan mental. Selain itu juga, tidak ada adegan yang menguatkan jika Mirza benar-benar seorang psikiater.

Selain Ge Pamungkas dan Kiku, ada juga Ira Wibowo yang lagi-lagi memamerkan kebolehannya dalam berakting. Kecemasan seorang ibu mendengar anaknya hendak bercerai yang ditampilkan dalam raut wajah Ira Wibowo terasa begitu nyata. Film ini juga dilengkapi dengan penampilan Indra Jegel, Mamat Alkatiri, Hesti Purwadinata, dan sejumlah pemeran lain yang semakin melengkapi cerita. (*)

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *