Review Film The Boss Baby: Family Business (2021)

Review Film The Boss Baby: Family Business (2021)

Akurasi.id – Siapa yang sudah menonton film animasi The Boss Baby (2017)? Kisah Ted, sang Boss Baby, dan kakaknya, Tim, akhirnya berlanjut ke sekuelnya yang berjudul The Boss Baby: Family Business. Sekuel film ini seharusnya tayang pada 2 Juli 2021. Namun karena penutupan bioskop beberapa bulan lalu, Family Business baru tayang di Indonesia pada 3 Desember 2021.

Masih ingatkah kamu bahwa Tim dan Ted diceritakan telah dewasa di akhir film pertama The Boss Baby? Nah, Family Business bakal menceritakan kehidupan Tim dan Ted di usia dewasa mereka. Selain kembali menampilkan sebagian besar karakter dari film pertama, Family Business juga memperkenalkan villain baru, serta istri dan kedua anak perempuannya Tim.

Film ini berkisah tentang Tim dan Ted yang telah dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing. Tim disibukkan dengan keluarganya dan Ted disibukkan dengan pekerjaannya. Tim dan Ted kemudian harus menjadi anak kecil lagi demi misi menghentikan niat jahatnya Dr. Erwin Armstrong.

Kamu pasti pernah merasakan ketika semakin bertambah umur, kamu malah semakin jauh dengan orang terdekat, termasuk ke saudara sendiri. Nah, Family Business mengangkat permasalahan tersebut sebagai jalan ceritanya. Walau hadir dalam bentuk animasi yang identik dengan anak-anak, Family Business malah mengangkat isu yang relate dengan kehidupan orang dewasa.

Tim dan Ted terlihat begitu dekat saat mereka masih anak-anak, seperti yang bisa kamu lihat di film pertamanya. Namun saat mereka dewasa, kakak-adik ini malah seperti orang asing dan terlihat canggung satu sama lain. Enggak disangka, misi yang mengharuskan mereka kembali menjadi anak kecil yang malah memperbaiki hubungan Ted dan Tim.

Dibandingkan film pertamanya, isu yang diangkat di Family Business bisa dibilang lebih berat. Enggak hanya isu tentang hubungan antar saudara, Family Business juga mengangkat topik tentang hubungan antara ayah dan anak.

Enggak perlu diragukan lagi bahwa Family Business adalah paket film keluarga yang lengkap. Anak-anak yang menonton bisa terhibur dengan kelucuan film ini, sedangkan remaja dan orang dewasa yang menonton bisa mengambil pesan di balik kekonyolan film ini.

READ  Tips Berkendara Motor Jarak Jauh, Agar Aman di Perjalanan

Enggak diragukan lagi bahwa hal yang membuat film pertama The Boss Baby jadi sangat lucu adalah kehadiran karakter Ted, seorang bayi dengan suara bapak-bapak. Untungnya, Family Business kembali menghadirkan Ted versi bayi dengan suara bapak-bapaknya. Ditambah lagi dengan Tim versi anak-anak yang juga dibuat dengan suara bapak-bapak di film ini.

Film pertamanya menampilkan pertengkaran Tim dan Ted dengan pikiran mereka yang memang masih anak-anak. Sedangkan di Family Business, Tim dan Ted secara psikologis adalah orang dewasa walaupun fisik mereka kembali menjadi anak-anak dan bayi. Nah, inilah yang membuat Family Business jadi lebih lucu dari film pertamanya.

Bagaimana enggak makin ngakak? Kamu seakan melihat dua orang dewasa bertengkar dengan cara yang kekanak-kanakan di Family Business. Rasanya sulit membayangkan mereka adalah anak-anak ketika Tim tampil dengan suara bapak-bapaknya, mengingat Tim memiliki suara anak-anak di film pertamanya.

Di antara semua adegan Family Business, adegan Tim dan Ted membuat kekacauan supaya bisa tiba di sekolah bisa dibilang yang paling lucu. Enggak hanya lucu terpingkal-pingkal, kamu juga bisa menemukan banyak karakter lucu menggemaskan di film ini. Dibandingkan film pertamanya, Family Business menampilkan lebih banyak karakter bayi menggemaskan.

READ  Review Olympus Has Fallen: Masih Tetap One man Show

Salah satu yang membuat film pertamanya menarik adalah plot twist villainnya. Enggak disangka, villain film pertama adalah mantan karyawan BabyCorp yang punya dendam dengan perusahaannya. Memang terdengar klise, namun plot twist tersebut yang membuat villain di film pertama punya latar belakang kuat untuk melakukan rencana jahatnya.

Family Business sebenarnya kembali menggunakan formula villain dengan plot twist, tetapi dengan konsep yang berbeda. Villain Family Business, yaitu Erwin Armstrong, sama sekali enggak punya hubungan dengan BabyCorp. Dia ternyata adalah seorang bayi super cerdas yang merasa enggak membutuhkan orang tua dan orang dewasa lainnya.

Jika dibandingkan dengan villain di film pertama, Erwin enggak punya motivasi yang berkesan. Dia hanyalah seorang villain yang melakukan kejahatan hanya demi kepuasan pribadinya. Walau secara motivasi tidak spesial, aktor pengisi suara Erwin, yaitu Jeff Goldblum, memerankan karakter ini dengan sangat baik.

Film inipun menjadi pilihan yang tepat untuk ditonton bersama keluarga. Orang dewasa pun bisa mendapatkan pesan yang relate dengan kehidupan mereka. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Kincir.com

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.