Tips Agar Anak Tak Miliki Karakter Home Service

Tips Agar Anak Tak Miliki Karakter Home Service

Akurasi.id – Memiliki buah hati pasti menjadi dambaan para orang tua. Terlebih anak tersebut sudah sangat diidam-idamkan kehadirannya sejak lama. Perilaku orang tua pada anak terkadang bisa menjadi agak berlebihan dan terkesan sangat memanjakannya. Berdampak munculnya karakter home service pada anak.

Memang seringnya tak disadari, tetapi pola asuh orang tua tersebut bisa membuat anak menjadi generasi home service. Karakter home service merupakan sebuah perilaku anak yang cenderung ingin selalu dilayani. Baik itu oleh orang tua maupun pengasuhnya.

Para orang tua hendaknya menghindari lima pola asuh berikut untuk menghindari anak memiliki karakter home service. Simak baik-baik, ya, ayah dan bunda! Dilansir dari idntimes.com, Jumat (17/09/2021).

  1. Orang tua harus membiasakan anaknya menghadapi tantangan

Cara yang paling efektif untuk menghindari karakter anak yang cenderung manja atau minta selalu dilayani adalah dengan memberinya tantangan. Tantangan dalam arti sesuatu yang masih bisa dikerjakan anak dan dalam pengawasan orang tua.

Misalnya saja, ketika anak ingin meminta mainannya maka jangan dengan mudahnya mengambilkan mainan tersebut. Biarkan anak berusaha sendiri mengambilnya. Hal ini akan membentuk karakter anak di masa depan yang mampu berusaha keras untuk memenuhi keinginannya.

  1. Biasakan melihat dan menikmati proses bukan hasil 

Sebagai orang tua terkadang cenderung tidak sabar dalam melihat proses yang dilakukan sang anak. Sebagai contoh, ketika anak sedang makan, sang ibu biasanya sering menyuapi sampai makanan habis. Padahal, sebenarnya sang anak sudah bisa makan sendiri meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama.

Tetapi, hal tersebut penting untuk membiasakan anak menjadi lebih mandiri dan tahu apa yang dibutuhkannya. Ketika anak lapar, sudah tentu makanan tersebut akan habis dimakan. Penting untuk menghargai prosesnya ketimbang melihat hasil cepat yang orang tua inginkan.

READ  Kenalkan Aktivitas Dapur pada Anak Sejak Dini
  1. Mendidik anak agar miliki sifat sabar dan menahan diri 

Demi menghindari perilaku anak yang berkarakter home service, penting bagi orang tua untuk bisa mengajarkan sifat sabar atau menahan diri. Kesabaran dibutuhkan agar anak tidak bermental keras kepala saat menginginkan suatu hal. Anak harus mulai dikenalkan dengan cara berpikir yang tidak instan.

Sekalipun di rumah memiliki pengasuh, jangan biarkan anak mengandalakan semuanya dilakukan oleh pengasuhnya. Ingat, bahwa pengasuh bekerja di rumah untuk membantu orang tua, bukan untuk memanjakan anak.

  1. Mengajarkan anak untuk melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu 

Orang tua boleh mengajarkan anak mulai dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan anak. Seperti misalnya membereskan mainan seusai bermain, membuang sampah ke tempatnya, dan lain sebagainya.

Dengan mengajarkan anak untuk melakukan hal tersebut, orang tua secara tak langsung telah mengajarkan rasa tanggung jawab. Kelak, sang anak akan selalu mengingat bahwa ketika dirinya melakukan suatu hal maka harus diselesaikan dengan baik pula.

READ  5 Tips Mengasah Jiwa Wirausaha Anak sejak Kecil
  1. Contohkan pada anak perilaku disiplin dalam keseharian 

Mengajarkan anak berbagai macam hal harus dimulai dengan menunjukkan perilaku nyata. Orang tua tak bisa hanya memberi contoh dengan teori atau secara verbal. Bantu anak untuk memahami kalimat orang tua dengan memberikan contoh.

Misalnya, mengajarkan anak memakai sandal, mengancing baju, menepati waktu untuk makan, tidur, bermain, dan lain sebagainya. Jangan terlalu memanjakan anak dengan terus mentolerir banyak hal yang pada dasarnya bisa dilakukan sendiri oleh sang anak.

Mengajarkan untuk tak bersikap home service pada dasarnya tak terlalu sulit. Namun, pada prakteknya banyak orang tua yang tidak sabaran, sehingga menghambat proses kemandirian anak. Jadi, harus banyak bersabar, ya, ayah dan bunda! (*)

Editor: Yusva Alam

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *