5 Tips Jitu Lindungi Anak dari Pengaruh Negatif Pertemanan

5 Tips Jitu Lindungi Anak dari Pengaruh Negatif Pertemanan

Akurasi.id – Tak terasa, sosok mungil yang dahulu menghabiskan waktu bersama kita selama nyaris 24/7 kini telah beranjak dewasa. Saat mulai bersekolah, intensitas bertemu pun semakin berkurang. Bahkan, mereka mungkin lebih nyaman berinteraksi dengan teman dibanding bersama orangtuanya. Nah karena itu perlunya orangtua mengetahui tips jitu lindungi anak dari pengaruh negatif teman-temannya.

Tentu perasaan khawatir sering kali melanda kita selaku orangtua. Karena tidak bisa mengawasi sepenuhnya, kita takut mereka terjerumus pergaulan negatif. Menasihati anak saja tak cukup untuk melindungi mereka dari pengaruh buruk teman sebaya. Berikut ini tips jitu lindungi anak dari pengaruh negatif teman-temannya.

  1. Jalin komunikasi yang baik 

Barangkali alasan mengapa anak lebih nyaman menghabiskan waktu bersama teman-temannya ialah lantaran dia merasa kesepian. Rumah yang seharusnya menawarkan kehangatan justru tampak seperti tempat asing untuknya. Alhasil dia mencari pelarian lain agar bisa mengisi kekosongan di hatinya.

Jika kebetulan dia bertemu teman-teman yang baik, tentu itu merupakan hal bagus. Namun jika sebaliknya, kita sebagai orangtua pastinya menyesal karena gagal melindungi mereka. Oleh karena itu, sesibuk apa pun kita, upayakan untuk selalu hadir untuknya. Jadilah teman dan tempat bernaung yang bisa mereka andalkan.

  1. Berkenalan dengan teman-temannya

Meski tak bisa mengawasi setiap saat, tapi kita bisa menilai baik buruknya sang kawan secara langsung. Sebelumnya, minta buah hati untuk menceritakan sekilas mengenai teman-temannya. Pastikan kita tertarik dan terlihat excited saat mendengarkannya.

Setelah itu, ajak dia membawa teman-temannya untuk bermain ke rumah. Pastikan kita memberikan ruang yang nyaman bagi mereka, menghidangkan makanan lezat, dan mengobrol dengan santai tanpa perasaan menghakimi.

Jika mereka nyaman, ada kemungkinan mereka akan kembali hang out di rumah sehingga kita bisa mengawasi lebih mudah. Yang terpenting, jangan membuat mereka risi dengan melakukan gerak gerik mencurigakan.

READ  Ragam Kekerasan Emosional Orangtua ke Anak Penyebab Trauma
  1. Dorong mereka bertemu orang baru

Anak-anak sejatinya suka bersosialisasi. Mereka ingin diterima dan diakui dalam kelompok sosial. Orangtua tentunya bisa memfasilitasi ini dengan menempatkan mereka ke berbagai komunitas dan lingkungan yang positif. Misalnya mengajak mereka berinteraksi dengan para tetangga atau mengikutsertakan mereka dalam kegiatan seru.

Jika terbiasa bertemu dan membangun pertemanan dengan banyak orang, mereka berkesempatan mengenal berbagai karakter. Dengan arahan yang tepat, mereka pun bisa menjadi lebih selektif dalam memilih teman dan punya proteksi terhadap pengaruh dari lingkungan luar.

  1. Ajak mereka berdiskusi mengenai konsekuensi dari perilaku negatif

Bak kertas kosong, anak-anak belum sepenuhnya memahami dunia di sekitar mereka. Karenanya, mereka belum mampu mengidentifikasi baik atau buruknya segala sesuatu. Bukan tidak mungkin mereka melakukan perilaku negatif sebab tak mengetahui dampaknya di masa mendatang.

Oleh karena itu, orangtua berperan untuk memberikan pemahaman bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Ajak mereka berdiskusi soal dampak buruk yang bisa menimpa mereka jika terjerumus dalam tindakan-tindakan negatif. Pastikan diskusi berjalan dengan nyaman agar mereka mau membuka pikiran dan memahami dengan baik.

READ  Ini Loh Penyebabnya Anak Masih Sering Buang Air di Celana
  1. Ajarkan mereka untuk menolak

Sebagian besar dari kita gak mampu menolak permintaan atau ajakan orang lain. Kata “tidak” menjadi sesuatu yang sulit diucapkan. Biasanya kita merasa gak enak dan takut hubungan menjadi renggang jika menolak.

Jika hanya terjadi sekali dua kali masih bisa dimaklumi. Namun kalau berkali-kali, jelas akan merepotkan diri sendiri. Karenanya anak harus diberikan pemahaman bahwa kita tak perlu mengiyakan semua hal.

Ajarkan mereka untuk memprioritaskan diri mereka terlebih dahulu sebelum orang lain. Mereka juga perlu belajar menetapkan batasan yang jelas agar tak selalu memaksakan diri. Khususnya saat sedang tak mampu.

Sebelum mengenal dunia sekitar, orangtua perlu membekali anak dengan fondasi kuat yang bisa membentengi mereka dari pengaruh hal-hal negatif. Dengan demikian, mereka tak mudah terjerumus dalam pergaulan bebas.  (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *